Tuesday, February 28, 2012

Hujan Lebat Selingi Tes Sepang


Awan gelap yang segera disusul hujan lebat disertai guntur dan petir, terjadi di tengah tes hari kedua di Sepang (Foto: Getty Images)Hujan lebat sempat mengguyur Sirkuit Sepang ketika tes kedua hari ini masih berlangsung. Padalah, sesi dibuka sekira jam 9 tadi, dengan dikawal hangatnya sinar matahari.

Hujan lebat yang disertai petir mulai turun dan menyambar pada pukul 1 siang tadi dan membuat 15 pembalap yang masih berpacu dengan waktu, buru-buru menuju pit-stop untuk berteduh dan mengganti ban untuk kembali memulai di trek basah ketika hujan reda.

Hingga pukul 1 tadi siang, Casey Stoner masih memimpin catatan terbaik dan belum terkejar dengan para rivalnya. Sementara Dani Pedrosa berada tepat di belakang catatan waktu Stoner.

Hujan pun mulai reda ketika waktu memasuki pukul dua siang dan Valentino Rossi menjadi rider pertama yang keluar pit-stop untuk kembali memacu tunggangannya di trek Sepang yang basah.

Hasil Sementara Tes II Sepang:
1. Casey Stoner AUS Repsol Honda 2m 1.761s
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda 2m 2.005s
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 2.436s
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 2.819s
5. Álvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini 2m 2.959s
6. Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 3.132s
7. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 3.213s
8. Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 3.245s
9. Héctor Barberá ESP Pramac Racing 2m 3.612s10. Stefan Bradl GER LCR Honda 2m 3.820s
11. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech 3 2m 3.830s
12. Franco Battaini ITA Ducati Test Rider 2m 5.563s
13. Colin Edwards USA Forward Racing (Suter-BMW CRT) 2m 5.686s
14. Ivan Silva ESP Avintia (FTR-Kawasaki CRT) 2m 8.479s
15. Yonny Hernández COL Avintia (FTR-Kawasaki CRT) 2m 8.767s

Lorenzo & Spies Kunjungi MotoXpo


Jorge Lorenzo dan Ben Spies. (Foto: Crash.net)Untuk pertama kalinya, Malaysia menggelar MotoXpo di Kuala Lumpur. Acara ini juga dihadiri oleh dua pembalap MotoGP,Jorge Lorenzo dan juga Ben Spies.

Ya, Lorenzo dan Spies akan menghadiri tes MotoGP untuk kedua kalinya di Sirkuit Sepang. Sebelum melakukan tes, kedua pembalapYamaha mendapatkan undangan dari Hong Leong Yamaha Motor, Minggu kemarin.

Sebagaimana diberitakan Crash.net, Senin (25/2/2012), Lorenzo dan Spies hadir di acara itu untuk mengadakan jumpa fans dengan para penggemar, dan media untuk melakukan foto-foto dan tanda tangan.

Selain Lorenzo dan Spies, panitia juga memberikan kesempatan kepada para penggemar balap motor racing ini untuk bertemu dengan sejumlah pembalap lokal Yamaha, yang hadir dalam event ini.

Setelah acara ini, Lorenzo dan Spies akan melakukan persiapan untuk mengikuti tes kedua MotoGP 2012 di Sirkuit Sepang, pekan ini. Keduanya finis di peringkat kedua dan keempat pada tes pertama.

ENEOS Melekat di Baju Jorge Lorenzo

JorgeLorenzoMotoXpo 2 460x306 ENEOS Melekat di Baju Jorge Lorenzo 
Sebelum mengikuti tes resmi kedua MotoGP 2012, yang akan dilangsungkan di Sirkuit Sepang, Malaysia, mulai besok, Selasa (28/2), Jorge Lorenzo hadir di MotoXpo di Kuala Lumpur pada Minggu (26/2).
Lorenzo didampingi rekan satu timnya Ben Spies. Menariknya baju t-shirt yang digunakan kedua pebalap Yamaha Racing Factory telah tercantum logo pelumas asal Jepang ENEOS, menggantikan Petronas.
Kedatangan Lorenzo dan Spies di acara tersebut atas undangan Hong Leong Yamaha Motor Malaysia. Di Negeri Jiran tersebut menggelar acara jumpa fans di areal motor show.
Dua riders Yamaha ini juga menggelar press conference dengan para jurnalis serta bertemu para pebalap Yamaha asal Malaysia.

Tuesday, February 21, 2012

Ganti Gaya Balap, Target Dovi di Tes Resmi MotoGP Kedua


Waktu pertama kali Andrea Dovizioso mengendarai motor Yamaha M1 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia tahun 2011 lalu, ia merasa tidak akan sulit beradaptasi dengan karakter motor tersebut. Namun ternyata hingga sekarang (terlepas dari cedera yang dialaminya), Dovi masih belum bisa menguasai motor tersebut dari beberapa aspek, termasuk gaya balap untuk Yamaha M1.

Tidak akan berbeda dengan komitmennya usai sesi tes resmi pertama akhir bulan lalu, di sesi tes kedua nanti pembalap asal Italia itu masih akan fokus pada adaptasi gaya balap untuk menaklukkan Yamaha M1. Menurutnya ada beberapa aspek yang harus dikembangkan Dovi, sehingga ia bisa lebih cepat.

“Ada perbedaan besar antara Honda dengan Yamaha, dalam arti karakter kedua motor sangat berbeda. Saya harus memperbaiki sisi pengereman, saat memasuki dan di pertengahan tikungan. Ini tidak mudah dan banyak yang harus saya sesuaikan, karena 4 tahun saya menggunakan motor Honda dan hanya ada satu cara mengendarai motor tersebut,” beber Dovi.

“Saat menggunakan motor Honda, anda harus memotong jalur balap, lalu menegakkan posisi motor usai menikung secepat mungkin. Beginilah cara mengendarai motor Honda agar bisa lebih cepat, tapi di Yamaha itu tidak berlaku. Di Yamaha, anda bisa melakukan pengereman lebih dekat ke tikungan, dan bisa meninggikan kecepatan di tikungan,” imbuh Dovi.

Selain itu hal lain yang ingin dipelajari Dovi adalah bagaimana sistem kontrol traksi bekerja di Yamaha M1. Semoga ada perkembangan yang lebih baik, sehingga lebih banyak pembalap yang bisa berebut podium.

Saturday, February 18, 2012

Top 3 MotoGP 2012 Versi Lorenzo

Lorenzo finis di posisi ke-2 pada tes pramusim pertama MotoGP 2012 di Sirkuit Sepang, Malaysia, awal Februari lalu. Masih ada 2 tes motor 1000cc lagi yang bakal dilakoni.

Yang terdekat akan dihelat di Sepang lagi pada 28 Februari sampai 1 Maret. Dan, yang terakhir digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, 23-24 Maret. Musim MotoGP 2012 bakal dimulai dengan balapan malam di Sirkuit Losail, Doha, Qatar, 18 April.

Kendati masih mungkin ada perkembangan dari mayoritas pacuan para pembalap, Lorenzo menyebut ada 3 pembalap yang berpotensi mendominasi MotoGP tahun ini. Siapa saja?

"Di MotoGP, saya perkirakan pertarungan titel juara akan terjadi antara Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan saya. Tapi, saya yakin Ben Spies, Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, dan Alvaro Bautista bisa bikin kejutan," kata Lorenzo kepada RideThrough.com, Kamis (16/2).

Soal potensi CRT, Lorenzo sangat sangsi mereka bisa bersaing dengan motor-motor pabrikan. Penilaian ini didasarkan fakta tes di Sepang. Colin Edwards dari tim CRT Forward Racing jadi tercepat di antara pembalap penggeber motor CRT. Tapi, ia terpaut 5 detik lebih dari Stoner sebagai pembalap tercepat.

Lorenzo sendiri sempat menjajal motor CRT. Ia mengaku sangat terkejut betapa sulitnya motor yang berbasis mesin produksi masal ini untuk digeber maksimal. Lorenzo pun sependapat dengan Stoner yang menyebut gap terlalu lebar ini berbahaya saat sesi practice dan kualifikasi.

"Saya sangat terkejut karena awalnya saya kira gap tak akan terlalu jauh. Ini sangat berbahaya. Saya sempat berdekatan dengan Edwards yang jadi pembalap CRT tercepat. Saya merasa ia tengah bertarung di kategori lain di luar MotoGP," bilang Lorenzo.

Friday, February 17, 2012

Lorenzo Anggap Motor CRT Lambat dan Berbahaya


Meski tidak terlalu ingin memusingi masuknya kategori motor CRT (Claiming Rule Team) di kelas MotoGP mulai tahun 2012, namun ketika dilihat dari sisi safety, ternyata performa motor CRT yang terlalu lamban justru jadi bahaya tersendiri. Terutama bagi motor-motor prototipe.

Pasalnya selisih lap tercepat antara motor prototipe tercepat dengan motor CRT tercepat terpaut 5 detik (dari hasil sesi tes resmi pra musim MotoGP yang pertama di Sepang, Malaysia). Sementara selisih lap tercepat Casey Stoner dengan pembalap CRT lainnya terpaut 7 detik. Selisih ini sangatlah besar, dan Stoner sudah memperingatkan bahayanya saat sesi kualifikasi dan latihan.

Tidak berbeda dengan Stoner, Lorenzo yang awalnya mendukung CRT masuk ke MotoGP tahun ini, menganggap jika tidak ada perubahan performa motor CRT, maka akan sangat berbahaya.

“Terus terang saja, saya sangat kaget karena saya rasa performanya tidak akan jauh berbeda. Ini sangat berbahaya lho! Saya sempat berbarengan dengan Colin Edwards yang jadi pembalap tercepat di kategori motor CRT, dan rasanya ia berada di kategori balap motor lain dibandingkan motor prototipe di MotoGP,” beber Lorenzo.

Kendati beberapa dispensasi seperti bisa menggunakan bensin lebih banyak dari motor prototipe, bisa mengganti mesin sebanyak 11 kali dari 12 total mesin yang bisa mereka gunakan dalam semusim, namun ternyata itu belum cukup membantu peningkatan performa motor CRT.

Hmm, kalau kasusnya seperti ini, sepertinya FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) sebagai badan tertinggi balap motor dunia dan Dorna Sports sebagai promotor MotoGP, harus mencari solusi tepat sebelum motor CRT benar-benar membahayakan para pembalap motor prototipe.

Lorenzo: “I Love Indonesia”

Jorge Lorenzo sudah lima kali berkunjung ke Indonesia. Saat kunjungan terakhirnya bulan Januari lalu, ia dengan mantap menyebut Indonesia sudah seperti rumah kedua baginya. Dalam sebuah wawancara dengan majalah RightThrough, Lorenzo mengungkapkan keinginannya untuk mensponsori pembalap Indonesia suatu saat nanti.
Lorenzo Indonesia 300x175 Lorenzo: I Love Indonesia“Indonesia adalah negara tanpa tradisi panjang dalam balap sepeda motor. Setidaknya, tidak seperti tradisi yang dapat Anda temukan di Spanyol atau Italia. Karena itu, sekarang tidak ada orang Indonesia di Kejuaraan Dunia, tapi saya yakin mereka akan segera tiba, dan saya berpikir bahwa itu akan menjadi hebat. Saya cinta Indonesia, jadi suatu hari saya ingin mensponsori pembalap Indonesia,” ungkap Lorenzo yang mungkin lupa jika ada Doni Tata yang sempat berlaga di kelas 250cc.
Selain tentang Indonesia, Jorge juga bicara peta persaingan di kelas MotoGP musim 2012 ini. Baginya Stoner masih menjadi lawan utama untuk kembali bisa merebut gelar juara dunia.
“Tanpa ragu, Stoner dan Honda telah menjadi pasangan yang luar biasa. Untuk kedua alasan itu, keterampilan Stoner naik dan kualitas motor, mereka adalah tim juara.”
“Casey memiliki bakat bawaan yang membuat dia sangat kuat dalam situasi apapun, sangat sulit untuk menemukan kelemahannya. Dalam hal apapun, saya berpikir bahwa kita harus fokus mempertahankan kekuatan kami dan meningkatkan kelemahan kita agar lebih baik dan lebih cepat. Ini adalah cara untuk memperjuangkan gelar MotoGP.”
Meski begitu, rider Spanyol itu tetap optimis mampu bersaing dengan mengoptimalkan potensi M1 tunggangannya dan tentunya berupaya mengatasi masalah yang ada.
“Kami mencoba banyak hal di Sepang dan mencapai peningkatan besar, tetapi kita tahu dimana kita harus meningkatkan di masa depan. Elektronik belum sempurna, kita masih perlu membuatnya lebih halus tetapi motor memiliki begitu banyak potensi, kami sangat optimis. Para insinyur Yamaha telah bekerja sangat keras sehingga mereka telah melakukan pekerjaan yang baik.”
Ketika disinggung tentang CRT dimana Stoner dan Ben Spies pernah mengatakan secara terbuka bahwa mereka tidak suka kategori baru itu dan bersedia pensiun jika itu adalah satu-satunya jenis motor yang dipakai di Kejuaraan Dunia, Lorenzo memilih lebih terbuka untuk kemungkinan tersebut.
“Saya berpikir bahwa keputusan untuk memasukkan atau menggunakan motor ini berasal dari situasi ekonomi global. Dengan cara ini, grid akan tumbuh dan siapa yang tahu jika di masa depan balapan bisa lebih spektakuler seperti yang ada hari ini di kelas Moto2.”

Stoner Prediksi Kebangkitan Yamaha


Tes MotoGP 2012 baru digelar satu kali. Tapi, Stoner sudah bisa memprediksi Yamaha akan kembali jadi pesaing terberat Honda di era 1000cc. Pembalap Australia ini bahkan Yamaha bakal lebih berbahaya ketimbang tahun sebelumnya.

Sebab, bukan cuma Jorge Lorenzo yang harus diwaspadai. Tapi, juga rekan setimnya di Yamaha Factory Racing (YFR), Ben Spies. Rider Amerika Serikat ini juara World Superbike 2009 bersama Yamaha dan juara AMA Superbike 4 kali bersama Suzuki.

Tak aneh, Spies termasuk pembalap yang sanggup langsung nyetel dengan motor 1000cc MotoGP. Ia menghuni posisi ke-4 overall pada tes pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, dua pekan lalu.

"Saya rasa tak banyak perbedaan antara motor-motor musim ini. Yamaha terlihat sangat kuat dan kompetitif. Ingat, meski Lorenzo sudah lama tak menunggangi motor (cedera putus ujung jari manis), ia melakukan pekerjaan yang hebat. Spies pun memulai tahun ini dengan positif. Saya berharap ia bisa mempertahankan itu," kata Stoner kepada MCN, Rabu (15/2).

Juara dunia 2007 dan 2011 itu melanjutkan, "Kita akan tahu seberapa dekat Yamaha dengan Honda begitu musim dimulai. Namun, karena Yamaha menjuarai 3 musim sebelumnya (Valentino Rossi 2008 dan 2009, Lorenzo 2010) dan Honda hanya sedikit berubah dari 2010 ke 2011, saya rasa tak akan ada gap besar di antara kedua pabrikan itu."

Stoner juga tak menepis Ducati punya potensi besar tahun ini. Hanya, masalahnya, pabrikan Italia ini kerap terlambat menyediakan suku cadang yang dibutuhkan tim. Ini yang dialami Stoner sejak 2008 atau setahun setelah ia juara dunia bersama Ducati.

"Saat itu, tim membutuhkan banyak komponen yang bisa membuat motor berkembang. Sayanya, kami harus menunggu hingga 8 bulan. Dan, begitu kami memerlukan sesuatu lagi, Ducati membuat kami menunggu 6 atau 8 bulan lagi," bilang Stoner.

Stoner Berharap Yamaha lebih Kuat di 2012



Casey Stoner memang merasa berada di atas angin dan sepertinya tidak ada satu pembalap pun yang bakal mengalahkannya musim 2012. Jika mengacu pada hasil sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 yang pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia (31/1-2/2) lalu, Stoner wajar mengangkat dagu. Ia jadi satu-satunya pembalap yang menembus lap tercepat dibawah 2 menit bahkan memecahkan rekor pencapaiannya tahun 2011 lalu.

Stoner pun mulai menganggap bahwa ia butuh lawan yang lebih kuat musim ini. Satu-satunya tim yang mampu memberikan perlawanan, menurut Stoner adalah tim Yamaha berikut dua orang pembalapnya yaitu Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Stoner bahkan berharap agar Yamaha bisa lebih kuat musim ini agar ada pertarungan yang lebih seru hingga akhir musim 2012.

“Saya rasa tidak banyak perbedaan antara motor yang satu dengan lainnya sekarang. Yamaha sudah lebih kuat dan kompetitif. Lorenzo yang lama absen dari motor juga sudah tampil lebih baik sekarang dan Spies juga lebih percaya diri. Saya harap mereka bisa melanjutkan performa seperti itu selama musim 2012 berlangsung,” umbar Stoner.

“Perbedaan performa yang lebih nyata akan terlihat pada saat balapan berlangsung nanti. Tapi sebelum 2011, Yamaha memenangi 3 musim berturut-turut. Sementara Honda tidak melakukan perubahan yang terlalu besar dari tahun 2010 ke tahun 2011. Sepertinya tidak akan ada jarak yang jomplang tahun ini,” imbuh Stoner.

Meski tidak menyebutkan Ducati dan Valentino Rossi, secara tidak langsung Stoner menjelaskan bahwa semua tim pabrikan bakal melakukan yang terbaik dan performanya tidak bakal terpaut jauh.

Lorenzo Tertarik Sponsori Pembalap Indonesia


Indonesia sangat menarik buat Lorenzo. Jika tidak, mustahil juara dunia MotoGP 2010 ini mau bolak-balik ke Indonesia. Lebih membanggakan lagi, Lorenzo ternyata sangat peduli dengan dunia balap di Tanah Air kita ini.

Itu sebabnya, pentolan Yamaha Factory Racing (YFR) ini mengaku tertarik jadi sponsor pembalap Indonesia suatu hari kelak. Ia akan membawa pembalap Indonesia menembus arena balap dunia, terutama MotoGP.

Kepada majalah Ride Through, Lorenzo menegaskan Indonesia punya penggila motor dan balap sangat besar. Ini bisa jadi potensi luar biasa buat perkembangan balap motor Indonesia.

"Indonesia adalah sebuah negara yang tak punya sejarah panjang di balap motor. Setidaknya, bukan seperti tradisi balap di Italia dan Spanyol. Ini yang bikin saat ini tak ada pembalap Indonesia di kejuaraan dunia (MotoGP dan World Superbike)," kata Lorenzo.

"Tapi, saya yakin tak lama lagi, Indonesia akan punya pembalap dunia. Ini akan sangat luar biasa. Saya menyukai Indonesia. So, suatu hari kelak, saya tertarik mensponsori seorang pembalap Indonesia ke pentas dunia," tambahnya.

Tak cuma dari sisi balap, Lorenzo juga menyatakan kecintaannya kepada Indonesia dengan berencana memiliki sebuah rumah di Bali. Ini diutarakannya kala ia berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

"Ya, saya sangat ingin punya rumah di Bali," sebutnya.