Tuesday, August 30, 2011

Spies Tak Mau Berandai-andai

Ben Spies sukses menempati posisi ketiga di MotoGP Indianapolis meski mengawali balapan dengan kurang baik. Bagaimana seandainya start-nya sempurna? Spies tak mau berandai-andai.

Spies sebenarnya memulai balapan di Sirkuit Indianapolis, Senin (29/8/2011) dinihari WIB, dari posisi kedua. Tapi, dia tercecer ke posisi kesembilan setelah "dipaksa" melebar oleh Andrea Dovizioso di tikungan keempat pada lap pertama.

Namun, Spies tak menyerah begitu saja. Pembalap Yamaha ini bangkit dan sukses merangsek ke depan. Dia pun berhasil finis di posisi ketiga di belakang Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

Insiden kecil dengan Dovizioso pada lap pertama tak disesali Spies. Baginya, itu adalah bagian dari balapan.

"Itu selalu jadi cerita. Itu bisa saja berbeda dan sesuatu yang lain terjadi. Tapi, begitulah balapan," ungkap Spies di Autosport.

"Saya tak membuat start terbaik. Awalnya, saya merasa memulai balapan dengan baik, tapi saya dan Dovi terlibat kontak di tikungan keempat dan itulah balapan kami. Setidaknya itu cukup menarik," katanya.

"Hasilnya bisa saja agak berbeda (kalau Spies tak terlibat kontak dengan Dovi). Tapi, itu tak akan berubah banyak. Hanya mungkin akan lebih mudah untuk menyelesaikan balapan," ujar pemuda asli Amerika Serikat ini.

Performa Kontras Spies dan Lorenzo di Indianapolis

Sejak sesi latihan bebas pertama (FP1) sudah terlihat kesenjangan performa antara dua rider Yamaha Factory Racing, Ben Spies dan Jorge Lorenzo. Spies selalu berhasil mencetak waktu di urutan depan bersaing dengan Casey Stoner namun tidak demikian halnya dengan Lorenzo.

Spies Lorenzo Indianapolis Performa Kontras Spies dan Lorenzo di Indianapolis
Rider Spanyol itu kesulitan dalam menemukan set-up terbaik untuk YZR-M1 nya. Baru di sesi kualifikasi dia dan timnya mampu membuat sedikit terobosan hingga berhasil meraih posisi di grid ketiga.
Saat race, keadaan pun kembali kontras antara Lorenzo dan Spies. Selepas start, X-Fuera bisa melaju di depan bersama dua rider Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Casey Stoner. Sementara The Texas Terror terjebak dlam bottle neck hingga harus tercecer di posisi ke-9.
“Start saya sebenarnya tidak terlalu buruk, hanya beberapa orang masuk ke turn 1 terlalu hot dan saya masuk bottle (neck). Saya pikir Dovi datang di di depan saya pada turn 4 dan saya senang bisa tetap di motor. Saya bahkan tidak pernah melihatnya,” tutur Spies -seperti dilansir dalam siaran pers Yamaha Factory Racing- tentang kejadian di lap pertama itu.
“Kami melaju dengan baik tapi hanya perlu di sana dalam empat putaran pertama. Saya naik secepat mungkin; sulit untuk menyalip di sana karena kita tidak bisa menyelesaikannya pada (track) lurus sehingga kami harus mencari tahu beberapa tempat yang berbeda. Saya senang bisa melakukan itu dan masih menjalankan kecepatan yang baik di akhir.”
Usai lolos dari gerombolan pembalap di barisan ketiga itu, Spies menemukan kembali performa terbaiknya dan dengan mantap terus mengejar Lorenzo yang justru tampak sudah mulai tak berdaya mempertahankan posisinya.
“Ini memalukan, saya pikir saya bisa mengurangi kesenjangan saya dengan Casey di Indy, tapi sejak latihan pertama saya memiliki banyak masalah dengan aspal dan ban depan. Saya sudah mencoba segalanya dengan tim saya untuk memperbaikinya, tapi kita tidak bisa,” kelus Lorenzo.
Juara dunia MotoGP 2010 itu akhirnya harus melepaskan posisi ketiganya untuk rekan setimnya dan harus puas finish di urutan keempat, itupun ia harus berjuang agar tidak terkejar oleh Andrea Dovizioso.
“Setelah empat atau lima putaran ban depan hancur. Saya melihat tiga rider terdepan dan ban mereka sempurna. Saya tidak tahu apakah itu karena track dan saya bukan satu-satunya yang mengeluh.”
Dengan kekalahan ini, usaha Lorenzo untuk mempertahankan gelar juara dunianya semakin sulit. Tertinggal 44 poin dari Casey Stoner dengan hanya tersisa enam seri saja. Ditambah lagi performa Stoner dengan Honda RC212V yang sangat mempesona musim ini.
“Sekarang kejuaraan jauh lebih rumit, namun adalah hal terakhir untuk Anda kehilangan harapan. Minggu depan kita naik lagi di Misano, saya melihat ke depan untuk melupakan hasil ini.”

Monday, August 29, 2011

Yamaha: Spies Penantang Utama Podium Indy

Foto: Ben Spies/ Reuters 
Meski gagal merebut pole, tim manajer Yamaha, Wilco Zeelenberg meyakini, performa Ben Spies akan lebih baik dari sesi kualifikasi semalam. Berlaga di seri kandang, akan membuatnya lebih termotivasi untuk mencapai kemenangan keduanya musim ini.

“Ben telah menjadi sorotan selama pekan ini dan menurut saya dia akan menjadi penantang utama merebut kemenangan pada lomba besok,” tutur Zeelenberg, seperti dilansir Crash, Minggu (28/8/2011).

Ya, untuk kedua kalinya, Spies akan turun di seri kandang, setelah seri Laguna Seca, medio Juli lalu. Namun kali ini, Spies gagal meraih start terdepan, setelah tertinggal 0,523 detik dari Casey Stoner yang meraih pole terdepan.

Hal itu disebabkan, Stoner melaju terlalu cepat, hingga Spies tak mampu mengejarnya, terlebih di trek yang tidak membuat sejumlah rider nyaman, termasuk Spies. Tapi, Spies yakin, jalannya lomba akan berbeda dan eks pembalap Superbike itu berambisi merengkuh puncak podium keduanya, tahun ini.

“Di beberapa lap terakhir, saya berusaha keras mengejar Casey, tapi dia terlalu cepat. Meski begitu, saya yakin lomba nanti akan berbeda,” ujar Spies.

“Saya juga harus siaga, karena ban akan menipis setelah sepuluh lap, tapi saya dan tim akan mengerjakan settingan ban dan kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,” pungkas pembalap kelahiran Germantown tersebut.

Spies Yakin Jegal Stoner


Gagal mengulang pole position di perhelatan MotoGP Indianapolis seperti musim lalu, tidak membuat membuat Ben Spies patah arang. Pembalap Yamaha itu yakin bisa mengalahkan Casey Stoner di balapan dinihari nanti, Senin 29 Agustus 2011.

Spies hanya mampu meraih posisi kedua di babak kualifikasi Indianapolis, Minggu 28 Agustus 2011. Tandem Jorge Lorenzo di tim Yamaha itu nyaris sukses mengejar catatan waktu Stoner sebelum akhirnya menyerah karena motornya mengalami gangguan.

"Di beberapa lap terakhir saya berusaha keras mengejar Stoner, namun saat lima menit sisa motor saya mengalami gangguan. Saya tidak kecewa karena masih tetap berada di barisan depan," ujar Spies seperti dilansir Crash.

Spies sukses meraih podium pertama dalam karir MotoGP di Indianapolis musim lalu. Dan Spies berambisi mengungguli Stoner pada balapan yang berlangsung di kandangnya sendiri ini.
"Kualifikasi tadi jauh dari kata sempurna dan Stoner memang terlalu cepat. Tapi balapan nanti akan sangat berbeda. Ban bisa jadi lebih licin setelah 10 lap, namun motor saya juga sangat bagus dengan kondisi macam itu, jadi kita lihat saja apa yang terjadi," papar Spies.

Ketahanan ban di atas permukaan sirkuit Indianapolis yang dilapis aspal baru menjadi perhatian khusus para pembalap. Spies mengaku tidak terlalu risau karena Yamaha sudah mengantisipasinya.

"Saya sudah menghabiskan lebih dari 30 lap dengan satu set ban dan kami lumayan cepat sampai di akhir," tuntas pembalap yang sempat tampil di pentas SuperBike tersebut.

Sunday, August 28, 2011

Lorenzo Optimis Podium

Foto: Jorge Lorenzo (Getty Images)Kendati hanya mengawali balapan di tampat ketiga, Jorge Lorenzo ternyata menaruh ekspektasi selangit bisa meraih podium dalam balapan yang berlangsung di GP Indianapolis pada akhir pekan ini.

Maklum, dalam tiga seri yang telah berlangsung, The Spaniard selalu gagal memenuhi ambisinya berdiri di podium pertama. Bahkan, di GP Rep. Ceska dua pekan silam, sang juara bertahan salah memilih ban yang membuatnya harus puas finis di posisi ke empat.

Alhasil, Lorenzo pun harus merelakan Casey Stoner kian berjaya di puncak klasemen.
Tidak mau situasi berlarut-larut dan mengancam peluangnya mempertahankan gelar
juara dunia, Lorenzo pun menaruh ekspektasi bisa memberikan hasil maksimal di GP Indianapolis.

Berbekal settingan motornya sangat kompetitif meraih catatan waktu yang bagsu di sesi kualifikasi membuatnya optimis berdiri di atas podium. Padahal, selama berlangsungnya sesi latihan bebas, pembalap Spanyol tersebut menemukan kesulitan menorehkan waktu tercepat. Namun perbaikan menyeluruh di sektor rem, secara langsung memberikan kepercayaan diri lebih bagi Lorenzo.

“Ini sama sekali seperti mimpi buruk sebelum kualifikasi,” kata Lorenzo di Autosport, Minggu (28/8/2011). “Kami kehilangan, terutama area pengereman. Saya tidak memiliki percaya diri,” aku Lorenzo yang diliputi keraguan akan performa motornya.

“Beruntung kami mencoba dengan komplet settingan baru pada motor sore ini (waktu setempat) dan itu meningkatkan kepercayaan diri saya pada rem. Jadi saya bisa mengembangkan lap time dengan banyak dan saya semakin dekat dengan (Casey) Stoner dan (Ben) Spies,” tutur Lorenzo sumringah.

Tapi Lorenzo tetap merendah menatap balapan yang berlangsung hari ini. Menurutnya, jalannya balapan nanti bakal berlangsung sengit dan ketat. “Tetapi kami tetap di belakang mereka sedikit. Maka, besok akan sangat sulit bertarung meraih kemenangan. Tapi setidaknya, saya akan berjuang untuk podium,” tukas JL1.

Lorenzo Ingin Sudahi Mimpi Buruk dengan Podium

Jorge Lorenzo tidak memancang target tinggi-tinggi dalam balapan MotoGP Indianapolis. Mengingat akhir pekan ini tidak berjalan baik, Lorenzo akan puas bila bisa finis di podium.

Lorenzo menyebut bahwa seri di Amerika Serikat ini adalah mimpi buruk. Pasalnya, dalam tiga latihan bebas, pembalap Yamaha itu tidak pernah menduduki posisi lebih baik daripada keenam.

Performa Lorenzo membaik ketika kualifikasi dan juara dunia 2010 itu sukses merebut tempat start ketiga. Meski begitu, Lorenzo tidak berani memancang target untuk bisa mengalahkan Casey Stoner dan Ben Spies, dua pembalap di depannya.

"Sebelum kualifikasi, situasinya seperti mimpi buruk. Kami semua kebingungan, terutama dalam hal pengereman. Saya tidak punya kepercayaan diri," ungkap Lorenzo seperti dilansir Autosport.

"Untunglah kami mencoba setting baru buat motor ini pada siang harinya dan itu bisa meningkatkan kepercayaan diri saya saat mengerem dan memperbaiki catatan waktu saya sehingga saya bisa memangkas jarak dari Casey dan Ben," urai dia.

"Namun kami masih sedikit tertinggal, jadi besok (hari ini--red) akan sulit buat memperebutkan kemenangan. Tapi setidaknya saya akan berjuang untuk mendapat podium," pungkas Lorenzo.

Saturday, August 27, 2011

Crutchlow Sesalkan Kondisi Trek

Foto: Cal Crutchlow/ Reuters) 
Tak hanya Casey Stoner yang merasa tak nyaman akan kondisi trek. Rider Yamaha Tech3, Cal Crutchlow pun merasakan hal yang sama. Apalagi dengan kondisi trek yang buruk, menghasilkan capaian yang buruk di dua free practice yang telah digelar.

Ya, sesi pertamanya hanya mampu finis di urutan ke-12. Sementara tandemnya yang memang asli Amerika Serikat, Colin Edwards mampu finis ketiga tercepat. Sementara di sesi latihan kedua, Crutchlow bahkan turun, ke urutan 15, sementara Edwards masih tampil baik dengan merampungkan sesi kedua di urutan keenam.

“Penampilan saya pagi tadi menjadi sulit karena trek terasa licin. Saya harus banyak mempelajari trek ini. Karena kadang saya terlalu melebar dan saya kehilangan banyak waktu terbuang,” tutur Crutchlow, seperti disitat Motogp.com, Sabtu (27/8/2011).

“Tapi trek mulai terasa baik di sesi kedua, siang ini, tapi saya masih tak mendapat caya cengkeram ban depan dan saya tak mampu memacu motor lebih cepat. Kami sudah banya mencoba tipe-tipe ban lain, tapi tetap tak mampu mendapat daya cengkeram yang sempurna, saya tak yakin apa masalahnya,” tambah pembalap kelahiran Coventry ini.

Tapi, Cal belum patah semangat. Sebelum kualifikasi dan lomba, dia akan mencoba sejumlah settingan agar mampu mendapatkan daya cengkeram dan daya pacu tunggangannya.

“Masalah saya tahun ini, selalu kehilangan daya cengkeram ban depan. Saya yakin kami dapat melakukan beberapa langkah maju dan saya yakin kami mampu merangkak naik ke 10 besar saat kualifikasi dan lomba,” lanjut Crutchlow.

“Tapi yang penting bagi saya, tiap lap saya melakukan peningkatan dan merasa lebih cepat, jadi jika kami dapat menemukan racikan settingan ban depan, saya sudah tak sabar untuk tampil sempurna,” pungkas rider Superbike tersebut.

Rider Cantik AMA Super Sport Coba Aspal MotoGP

American Suzuki Motor Corporation memilih rider wanita dari ajang AMA Supersport Racing untuk menjajal motor Suzuki GSV-R bermesin 800cc, dalam ajang balap MotoGP yang digelar di Sirkuit Indianapolis Motor Speedway Kamis waktu setempat.

Adalah Elena Myers, rider muda nan wanita cantik dari kejuaraan AMA Supersport Racing yang menjajal motor Suzuki GSV-R di sirkuit tersebut. Dia berhasil menyelesaikan lima lap dari sirkuit sepanjang 4,2 kilometer itu.
rider wanita AMA Supersport Racing, elena myers, MotoGP 
Indianapolis 2011, tim rizla suzuki
Manajer tim Rizla Suzuki Paul Denning menuturkan, pihaknya sangat senang bisa memberikan kesempatan kepada Elena Myers untuk mencoba kehebatan Suzuki GSV-R milik Alvaro Bautista.

"Dia adalah rider wanita yang hebat yang sangat berbakat, kami tidak akan meragukan kemampuannya lagi di sirkuit saat mengendarai motor bermesin 800cc ini milik Alvaro Bautista, dan kami akan membantu mewujudkan mimpinya ini," ungkap Denning.
rider wanita AMA Supersport Racing, elena myers, MotoGP 
Indianapolis 2011, tim rizla suzuki
"Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Ini merupakan pengalaman saya yang luar biasa. Saya rasa berterima kasih saja tidak cukup bagi saya atas kru Rizla Suzuki untuk kesempatan ini. Hal ini membuat saya ketagihan untuk datang ke sini dan mencobanya lagi suatu hari nanti,"ungkap Myers seperti dilansir roadracingworld.com.

Elena Myners menjadi rider wanita pertama yang berhasil menang dalam sejarah American Motorcyclist Association (AMA) Pro Racing. Sebagai ganjaran dia diberi kesempatan mengendarai motor balap MotoGP saat MotoGP Indianapolis.
rider wanita AMA Supersport Racing, elena myers, MotoGP Indianapolis 2011, tim rizla suzuki

Pembalap Cela Aspal Baru Indy

Pengelola Sirkuit Indianapolis memoles beberapa bagian sirkuitnya untuk menghadapi gelaran MotoGP Indianapolis tahun ini. Tapi polesan tersebut malah mendatangkan kritik dari pembalap.

Untuk menyongsong balapan tahun ini, pengelola sirkuit membenahi dua buah tikungan, tikungan 5 dan 16, untuk mengurangi ketidakrataan yang tidak konsisten di permukaan trek.

Setelah mencoba trek di latihan bebas hari Jumat (26/8/2011), sejumlah pembalap menilai trek malah jadi lebih licin dan bisa membahayakan.

"Pagi ini sedikit membuat frustrasi, kondisi trek tidak terlalu bagus. Licin dan sulit sekali mendapatkan grip," kata pembalap Honda, Casey Stoner, seperti dikutip Crash.

"Tidak ada gunanya mencari setting terbaik bila kondisi treknya seperti ini karena ini lebih buruk ketimbang tahun lalu yang treknya tidak rata," tambah Stoner kemudian.

Suara senada diungkapkan oleh rekan setim Stoner, Dani Pedrosa, serta pembalap Mapfre Aspar, Hector Barbera. Suara mereka senada, sirkuit jadi licin.

"Kualitas aspalnya mengecewakan, tidak layak buat sebuah sirkuit kejuaraan dunia. Tidak ada grip dan kualitasnya tidak merata," sungut Pedrosa yang juga juara bertahan di lomba ini.

"Permukaan trek seperti lapisan pasir dan ketika saya sudah melahap lima lap, tidak ada lagi karet tersisa (di ban)," keluh Barbera.

MotoGP Indianapolis: Helm Khusus Hayden dan Edwards

Balapan di negeri sendiri selalu menjadi sesuatu yang istimewa buat para rider MotoGP. Oleh karenanya banyak di antara mereka yang kerap memberikan sesuatu yang khusus saat tampil di depan publik di kampung halamannya. Seperti yang akan dilakukan oleh dua rider Amerika Nicky Hayden dan Colin Edwards.

Hayden Edwards Helmet Indy MotoGP Indianapolis: Helm Khusus Hayden dan Edwards
Keduanya akan menggunakan helm dengan corak khusus saat race di sirkuit Indianapolis akhir pekan ini. Masing-masing dengan tema yang berbeda. Nicky dengan “Just Married” sementara Edwards mengambil tema “tribute to the US Navy SEALs”.
Hayden menikah? Belum, desain helm kali ini ditujukan kepada sang adik yang baru saja melangsungkan pernikahan.
Sedangkan kehadiran Edwards dengan tema militer bukan sesuatu yang mengejutkan. The Texas Tornado memang dikenal pengagum dunia militer termasuk juga penggemar senjata api. Corak khusus pada helm-nya kali ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tentara-tentara yang ditembak di Afghanistan awal bulan ini.