Tuesday, February 22, 2011
Spies 'Musuh Dalam Selimut' Lorenzo
Perseteruan dalam tim tetap akan terjadi di Yamaha. Jika dua musim sebelumnya melibatkan Jorge Lorenzo, maka musim depan pembalap asal Spanyol mendapat ancaman dari rekan barunya, Ben Spies.
Yamaha Menuju Era Baru Yang Lebih Segar
Yamaha mendapat hikmah besar sepeninggal pembalap andalannya Valentino Rossi. Menurut bos tim, Lin Jarvis, Yamaha kini menuju era baru yang lebih segar dengan kehadiran Ben Spies dan juara dunia Jorge Lorenzo.
Setelah tujuh tahun memberikan sukses buat Yamaha, Rossi akhirnya memutuskan berpisah dan bergabung dengan skuad tanah kelahirannya, Ducati, akhir musim lalu. Kepergian The Doctor pun diantisipasi Yamaha dengan merekrut pembalap muda potensial, Ben Spies yang menyabet gelar rookie terbaik pada musim 2010.
Spies yang notabene pembalap tim satelit Yamaha, Monster Tech 3, dipromosikan ke tim pabrikan Yamaha dan bergabung dengan juara dunia, Lorenzo. Nah, perpaduan dua pembalap muda inilah yang diakui Jarvis membuat wajah baru tim Yamaha lebih segar, dan berpotensi memberikan hasil positif buat tim.
“Kami telah menjalani era yang luar biasa bersama Rossi selama tujuh tahun. Namun, kini kami melangkah menuju era baru,” ujar Jarvis sebagaimana dikutip Autosport, Selasa (22/2/2011).
“Seluruh tim telah mendapat penyegaran dan dipersatukan kembali. Kami memiliki Maio Meregalli yang kembali bergabung dari Superbike sebagai direktur tim dan kami juga memiliki Wilco Zeelenberg yang akan melakoni musim keduanya secara penuh di sini. Di atas kertas, kami memiliki tim dengan manajemen yang kuat,” tambahnya.
“Memang, tim yang dimiliki Ben Spies tergolong baru, tapi kebanyakan dari mereka telah bekerja dengannya selama beberapa tahun dan beberapa diantaranya pernah bekerja di Yamaha musim lalu. Jadi, mereka seperti bersatu kembali di garasi Ben. Sementara di garasi Jorge tidak ada perubahan,” imbuhnya.
“Dengan ini semua, saya rasa kami berada dalam posisi yang bagus dan saya bisa melihat tim ini bekerja sebagai sebuah unit tahun ini,” tutupnya.
Lorenzo Tak Gentar Kutukan No.1
Jorge Lorenzo mengaku tak gentar dengan kutukan no.1. Juara dunia MotoGP ini mengaku tetap yakin mampu mempertahankan mahkotanya dengan menggunakan nomor kutukan tersebut.
Dalam beberapa musim terakhir, pembalap yang jadi juara dunia dan menggunakan no.1 pada motornya memang seperti mendapat kutukan. Mereka tak pernah mampu mempertahankan gelarnya. Tak perlu jauh-jauh, lihat saja apa yang terjadi pada Nicky Hayden dan Casey Stoner.
Di musim 2006, Hayden berhasil tampil sebagai juara dan memutuskan menggunakan no.1 di motornya. Namun, apa yang terjadi di musim berikutnya? Penampilan pembalap berjuluk The Kentucky Kid ini justru melempem dan hanya mampu mengakhir musim di posisi delapan.
Hal sama juga berlaku untuk Stoner yang mengambil mahkota juara dari Hayden pada 2007. Pembalap Australia yang sebelumnya menggunakan nomor 27 ini mencoba mengakhiri kutukan tersebut dengan menempel no.1 di motornya. Nahasnya, Stoner juga gagal mempertahankan gelar juaranya.
Sementara itu, Valentino Rossi yang mengambil gelar juara dari Stoner memiliki pandangan berbeda. Kecintaannya terhadap nomor 46 membuat pembalap Italia menolak menggunakan no.1. Entah karena kebetulan atau tidak, keputusan Rossi untuk tidak menggunakan no.1 berhasil mengantarnya mempertahankan gelar juara di musim 2009, kendati harus rela trofi juara jatuh ke tangan rivalnya Jorge Lorenzo.
Menyandang gelar juara, Lorenzo praktis mendapat kesempatan memilih menggunakan no.1 atau tetap dengan nomor yang digunakannya sebelumnya, 99. Namun, Lorenzo nampaknya tak gentar dengan kutukan nomor satu dan memilih menggunakannya di musim 2011 ini.
Alasanya cukup simpel. Lorenzo menilai dirinya selalu mampu menunjukkan performa gemilang, tak peduli menggunakan nomor berapapun di motornya.
“Kapan pun saya mendapat kesempatan menggunakan nomor satu di motor, maka saya akan menggunakannya,” ujar Lorenzo sebagaimana dikutip Crash.net, Selasa (22/2/2011).
“Saat saya masih di Mallorca dan membalap pada kejuaraan balap motor Mallorca, saya selalu menggunakan nomor satu. Begitu juga saat saya memenangi kelas 250cc, saya selalu menggunakan nomor satu di motor,” sambungnya.
“Secara tradisi, saat seorang pembalap jadi juara dunia, mereka mendapatkan hak untuk melakukannya (memilih nomor 1) dan saya akan selalu mengambil kesempatan tersebut setiap kali mendapatkannya,” tutupnya.
Monday, February 21, 2011
Yamaha Luncurkan Motor Baru
Yamaha memperkenalkan motor baru menatap musim 2011. Tentu, mereka berharap masih bisa mendominasi MotoGP di musim baru ini.
Perkenalan motor baru ini berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, tadi pagi. Tapi, dalam perkenalan kali ini, Yamaha tidak menempatkan sponsor untuk menggantikan tempat Fiat. Warna biru mendominasi motor baru.
Fiat sendiri memutuskan untuk berhenti, sesaat setelah Valentino Rossi memutuskan bergabung dengan Ducati di akhir 2010. Praktis, ini membuat pabrikan motor asal Jepang bekerja keras untuk mencari sponsor baru.
Dua pembalap andalan Jorge Lorenzo dan Ben Spies, juga hadir dalam peluncuran motor baru ini. Diketahui, kekuatan YZR-M1 memang sulit dikalahkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Tak heran, Yamaha tentu berharap, kedua pembalapnya itu dapat mempertahankan dominasi yang sudah berlangsung sejak 2008. Lorenzo dan Spies akan menjajal motor baru ini di Sirkuit Sepang, mulai besok.
Yamaha menjadi tim keempat MotoGP yang sudah memperkenalkan motor baru mereka. Sebelumnya, tim yang sudah meluncurkan motor baru adalah Ducati, Repsol Honda dan San Carlo Honda Gresini.
Saturday, February 19, 2011
Tanpa Sponsor, Yamaha Jalan Terus
Yamaha Racing terancam tanpa sponsor utama pada gelaran MotoGP musim 2011 ini. Tapi, tim garpu tala ini tidak mempersoalkan serius masalah tersebut dan siap mengarungi musim kendati tidak ada pendukung utama.
Seperti ditegaskan bos Yamaha Masao Furusawa, pihaknya tak peduli dengan kondisi tersebut. Malah, menurut Furusawa mereka akan tampil dengan warna kebesaran perusahaan, sekaligus memberikan keuntungan untuk tim yang akan merayakan ulang tahun ke-50.
"Ini adalah tahun penuh kenangan bagi Yamaha, yang merayakan ulang tahun ke-50 di arena grand prix. Pada 2004 saya pernah mengatakan hal yang sama kepada Altadis (pemilik merek rokok Gauloises), bahwa saya ingin menghentikan sponsorship karena di 2005 saya ingin merayakan ulang tahun Yamaha dengan warna perusahaan,” jelas Furusawa seperti dilansir MCN, Sabtu (19/2/2011).
"Tahun ini adalah 50 tahun kami di arena balapan. Pintu selalu terbuka bagi sponsor untuk datang, tapi sebelumnya kami akan memperlihatkan merk kami dengan warna biru perusahaan,” lanjut pria asal Jepang ini.
Tanpa sponsor untuk tim MotoGP seperti Yamaha tidaklah terlalu krusial. Yamaha sudah mendominasi balapan MotoGP sejak 2008, mereka dinilai bisa mandiri dalam membiayai semua kebutuhan balapan pada musim 2011.
Yamaha Tanpa Sponsor
Yamaha harus berjuang keras di musim ini dalam kampanye mempertahankan gelar juara. Pabrikan asal Jepang ini terancam tanpa diperkuat sponsor pada gelaran MotoGP di musim ini.
Hengkangnya Valentino Rossi ke Ducati di musim ini membuat sponsor tidak terlalu tertarik menginvestasikan dananya ke Yamaha. Musim lalu Fiat masih menjadi sponsor resmi, tapi Fiat memutuskan untuk menghentikan kerja sama di musim 2010.
Akhir 2010 lalu, tim yang diperkuat duo pembalap Jorge Lorenzo dan Ben Spies ini sudah melakukan pendekatan secara intensif dan panjang dengan perusahaan minyak Petronas dan perusahaan penerbangan AirAsia.
Lorenzo dan Spies akan secara resmi menunggangi motor YZR-M1 di Sepang, Malaysia, pada Senin (21/2/11), dalam sesi tes pra-musim selama tiga hari. Kemungkinan tidak akan ada logo sponsor pada dua pembalap tersebut seperti pada tes resmi perdana.
Jika memang tidak mendapatkan sponsor, maka Yamaha harus siap menjalani seri pertama GP Qatar menggunakan motor biru tanpa sponsor utama. Biru sendiri adalah warna dominan Yamaha.
Monday, February 14, 2011
Masa Depan MotoGP Australia Juga Terancam?
Tidak hanya di Formula One (F1), masa depan Australia di ajang MotoGP juga terancam tidak dapat menggelar balapan.
Perlu diketahui, Melbourne telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan F1 setelah musim 2015 berakhir. Menurut Walikota Robert Doyle, keuangan menjadi masalah utama.
Ternyata, bukan hanya di F1 saja Australia tidak dapat menggelar balapan. Pasalnya, jika Phillips Island tidak dapat memajukan jadwal MotoGP 2012 menjadi bulan Oktober, maka mereka terancam tidak dapat menggelar balapan.
Bos MotoGP Carmelo Ezpeleta mengatakan, saat ini promotor Ron Walker tengah bekerja keras untuk menyiapkan tanggal balapan, guna menyelamatkan balapan yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island itu.
“Ron Walker mengatakan kepada saya melalui email, dia akan mengabari saya dengan tanggal baru untuk balapan 2012 mendatang,” demikian komentar Ezpeleta sebagaimana dilansir stuff.co.nz, Senin (14/2/2011).
“Bahkan, di musim 2010, kami nyaris membatalkan lomba. Jika sepanjang pekan lomba diganggu oleh cuaca buruk, maka kami tidak bisa menjalankan lomba,” tandasnya menanggapi masalah ini.
Lebih jauh Ezpeleta mengatakan, saat ini MotoGP tengah membahas masalah ini. Sebab, masalah utama dari Sirkuit Phillip Island adalah hujan dan cuaca dingin. “Pembalap meminta jadwal dirubah,” pungkasnya.
21 Febuari, Yamaha Perkenalkan Motor Baru
Setelah Ducati, Repsol Honda dan Pramac, giliran Yamaha Racing yang akan memperkenalkan motor baru pada 21 Febuari mendatang.
Dengan demikian, maka perkenalan itu sendiri akan berlangsung satu hari sebelum tes MotoGP 2011 kedua yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dua pembalap andalan Yamaha Racing, Jorge Lorenzo dan Ben Spies, dipastikan akan menghadiri even yang akan berlangsung pada pukul 6 malam waktu setempat tersebut.
Lorenzo dan Spies akan menghadiri acara jumpa pers, yang membahas peluang keduanya di ajang tersebut. Setelah itu, mereka akan mengikuti tes pada keesokan harinya,
Perlu diketahui, Lorenzo untuk pertama kali akan mempertahankan gelar juara MotoGP, sedangkan Spies berambisi memperbaiki prestasi musim lalu.
Saturday, February 12, 2011
Ben Spies Setara Rossi?
Ditinggal Valentino Rossi yang hijrah ke Ducati, Yamaha Racing bisa mengandalkan Ben Spies yang akan mampu mempertahankan status tim sebagai penguasa MotoGP.
Kepergiaan Rossi memang cukup mengejutkan ketika itu. Pasalnya, The Doctor bukan sekadar pembalap andalan, dia juga mampu membantu tim teknis untuk mengembangkan motor.
Namun, mantan bos Yamaha Herve Poncharal optimis Spies akan mampu menggantikan peran Rossi dalam duetnya bersama Jorge Lorenzo. Spies pindah ke Yamaha awal musim ini dan artinya dia akan memiliki peran lebih banyak untuk membantu tim mengembangkan motor, sama seperti yang dilakukan Rossi sebelumnya.
“Saya percaya Ben memiliki kemampuan bicara soal teknik. Dia sangat metodik dan tak pernah datang ke garasi dengan melempar helm meski baru saja melewati balapan yang buruk,” jelas Poncharal, seperti dikutip MCN, Sabtu (12/2/2011).
“Dia hanya duduk dan menjelaskan apa yang terjadi dengan sangat tenang dan seperti yang dijelaskan Masao Furusawa sebelumnya penjelasan yang dibeberkannya sangat baik, apa yang dia rasakan dan perlukan agar balapan bisa lebih baik,” lanjut Poncharal.
“Saya pikir karakter ini akan membantu Yamaha bekerja dengan baik dan mampu mengembangkan mesin. Saya tak bisa dia lebih baik dari Rossi, tapi Ben tahu apa yang harus dilakukannya untuk membantu pengembangan motor,” tutupnya.
Thursday, February 10, 2011
Lorenzo: Motor Kurang Tenaga!
Jorge Lorenzo kembali mengkritik performa motor Yamaha. Menurutnya, mesin motor YZR-M1 tahun ini masih kurang tenaga.
Dalam tiga hari tes yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, Lorenzo memang belum tampil maksimal. Pada sesi terakhir, bintang Yamaha Racing tersebut hanya mampu finis di peringkat ketiga.
“Dalam pandangan saya, motor kami belum mengalami kemajuan,” demikian kata Lorenzo. “Saya sangat mengerti apa kebutuhan kami, tapi kami belum bisa mendapatkannya dalam tes ini.”
“Kami perlu tambahan tenaga. Jadi kecepatan harus ditambah ketika akselerasi, traksi lebih baik, selalu dengan tujuan sama: motor belum tangguh saat di tikungan,” lanjut pembalap asal Spanyol itu dilansir Autosport, Kamis (10//2/2011).
Menurut Lorenzo, mesin motor baru lebih pelan ketimbang sebelumnya. Namun, kemajuan yang paling jelas adalah sistem anti-spin motor karena lebih efesien. Dia berharap mekanik lebih mengedepankan kekuatan mesin motor.
“Sebenarnya, saya tidak suka dengan sasis yang baru ini. Namun, saya sama sekali tidak mengkhawatirkan masalah ini. Saya ulangi, hal terutama untuk saat ini adalah kekuatan mesin motor,” tandas juara bertahan MotoGP.
Subscribe to:
Posts (Atom)