Saturday, December 10, 2011

2014 Pembalap Indonesia ke MotoGP


Yamaha Racing Academy (YRA) adalah program pembibitan dan pembinaan secara berjenjang para pebalap muda Yamaha Indonesia yang ingin berprestasi di ajang balap motor hingga taraf International.
Melalui YRA yang telah dilakoninya sejak 2004 silam, Yamaha pun memiliki target dalam mengasah skill pebalap muda yang dibinanya.
“Target kami pada 2014 pebalap Indonesia bisa masuk di ajang MotoGP. Baik itu kelas 250 cc maupun Moto3.” tegas, Ari Wibisono, Manager Motorsport Yamaha Indonesia, saat acara press conference Grand Final Yamaha Cup Race 2011 di Malang, Jawa-Timur.
Keyakinan Ari ini didukung dengan format dan kurikulum baru YRA 2011 yang mengacu kepada metode pelajaran berbasis International secara struktur dan berkesinambungan.
YRA 2011 telah dilakukan sebanyak 3 periode yang berlokasi di sirkut Sentul, Bogor dan sirkuit Kenjeran, Surabaya. Yamaha R6 dipakai para pebalap saat YRA berlangsung.
Kendala minimnya ketersediaan sirkuit yang ada menjadi hambatan dalam pelaksanaan YRA. Namun pada tahun 2013 Yamaha akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan YRA sebanyak 5 periode.

Ezpeleta: “Saya Tidak Suka MotoGP Saat Ini”

Ketika blog ini mepublikasikan artikel berjudul: “MotoGP Semakin Tidak Menarik?” banyak komentar pro dan kontra. OK. kita tidak akan membahas posting itu lagi. Tapi taukah Anda, Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna – organisasi penyelenggara MotoGP – dengan tegas menyatakan tidak suka dengan kondisi persaingan di MotoGP saat ini.
Carmelo Ezpeleta1 300x187 Ezpeleta: Saya Tidak Suka MotoGP Saat Ini“Saya tidak suka hal ini terjadi. Saya tidak suka MotoGP saat ini. Kami memiliki beberapa seri dimana Honda pergi sangat cepat, beberapa yang lain agak kurang, dan yang lainnya bahkan lebih buruk. Dengan cara ini hanya ada sedikit pertempuran, sehingga tontonan (menjadi) tidak memuaskan,” ungkap Ezpeleta kepada majalah Motosprint seperti dikutip olah Crash.net.
“Ini bukan hanya sebuah tantangan teknologi, ini juga adalah sport dan entertainment. Saya tidak suka situasi ini, sehingga hal ini tidak akan berlangsung seperti ini lebih lama,” lanjutnya lagi.
Biaya yang dikeluarkan tim semakin melambung sehingga kelas primer menjadi terlalu mahal namun memberikan tontonan yang buruk bagi penonton. Untuk itu Carmelo semakin yakin dengan ide CRT (Claiming Rule Teams).
Hah nggak salah nih?
Jika untuk kepentingan meramaikan grid, CRT tidak diragukan lagi. Saat ini setidaknya sudah ada enam rider yang dikonfirmasi akan balap pada kategori ini untuk musim 2012. Jumlah itu masih akan bertambah karena beberapa tim yang sudah melakukan uji coba belum mengumumkan pembalap yang akan mereka turunkan musim depan.
Tetapi jika CRT dimaksudkan untuk menambah seru pertarungan di kelas puncak, ini dia yang perlu dipertanyakan.
Loris Capirossi yang telah ditunjuk sebagai safety adviser oleh Dorna – dan ternyata juga punya tugas sebagai mediator pembalap dan tim CRT – menanggapi isu ini dengan santai. Ia berkaca pada kesuksesan Moto2 dimana pada awal kemunculannya juga benyak mendapat kritik.
“Semua berbicara sangat buruk tentang Moto2 pada tahun pertama, saat ini (Moto2) adalah kelas yang sangat menarik. Dibutuhkan kesabaran, berbagai hal akan berkembang dengan cepat. Dalam waktu dua tahun kejuaraan MotoGP akan sangat berbeda dan sangat indah,” katanya kepeda Motosprint.
Di sisi lain, regulasi CRT juga akan terus dikaji. Pada awalnya regulasi memperbolehkan tambahan tiga liter bahan bakar per race dan dua belas mesin per musim, sebagai lawan enam untuk motor pabrikan. Namun aturan ini akan dikaji secara konstan sepanjang musim perdana 1000cc berlangsung.
Pada saat yang sama Ezpeleta juga tengah mencari cara untuk mengurangi pentingnya elektronik pada motor MotoGP. Berbagai piranti elektronik ini termasuk salah satu faktor yang menyedot dana besar dalam pengembangan motor. Berkurangnya elektronik pada motor MotoGP juga diyakini akan menambah seru persaingan antar pembalap.

GP Jerez 2012 Dipastikan Tetap Berlangsung Meski Terbelit Hutang

Selama beberapa hari terakhir, keraguan telah muncul di media Spanyol mengenai apakah balapan di Jerez 2012 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April akan bisa berlangsung karena pengelola sirkuit masih terbelit hutang. Tetapi laporan dari kantor Walikota Jerez menunjukkan bahwa Grand Prix Spanyol di Jerez akan berlangsung seperti yang dijadwalkan.
jerez circuit 300x175 GP Jerez 2012 Dipastikan Tetap Berlangsung Meski Terbelit HutangSelama bertahun-tahun, hutang sirkuit Jerez telah membengkak hingga 45 juta Euro, termasuk sekitar 6 juta Euro untuk Dorna, perusahaan yang menjalankan MotoGP. Situasi menjadi kian sulit di akhir Oktober, Dewan Kota Jerez mengakhiri kontrak dengan Gestion Circuito de Jerez dan Two Wheeled Promotions Ltd, dua perusahaan swasta yang telah menjadi partner untuk menjalankan sirkuit, untuk kemudian kembali menjalankannya sendiri.
Meskipun ada jaminan dari walikota Jerez, María José García-Pelayo, bahwa race akan berlangsung seperti yang dijadwalkan, keraguan tentang balapan tersebut telah beredar di Spanyol selama beberapa waktu, dan telah diperburuk setelah pemilihan umum baru-baru ini di Spanyol.
Pemerintah baru, dipimpin oleh Partido Populer, telah dipaksa melakukan pemotongan anggaran besar-besaran akibat krisis yang dihadapi Euro dan hutang nasional yang terus meningkat di Spanyol. Dengan pembatasan belanja publik secara besar-besaran, kemungkinan kota Jerez dan wilayah Andalucia mampu melunasi hutang 45 juta Euro yang harus dibayar oleh sirkuit – atau bahkan hutang 6 juta kepada Dorna – menjelang seri MotoGP Spanyol pada bulan April sangat mustahil. Dengan negosiasi kontrak masih berlangsung antara sirkuit Jerez dan Dorna tentang GP Spanyol, rumor mulai muncul bahwa balapan akan dibatalkan.
Situasi menjadi semakin buruk dengan adanya laporan bahwa penjualan tiket belum dimulai karena belum adanya kontrak antara track dan Dorna.
Untuk mengakhiri rumor, Walikota García-Pelayo segera bertindak. Sebuah pernyataan dikeluarkan yang menyebutkan bahwa race MotoGP 2012 di Jerez akan tetap berlangsung, dimana García-Pelayo bersikeras bahwa dia telah berbicara dengan Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) tentang situasi ini dan bahwa Ezpeleta juga bermaksud agar race harus tetap berlangsung sesuai jadwal. Meskipun nampaknya kontrak masih belum ditandatangani – dan bahwa Dorna tetap mendorong pihak sirkuit untuk menutup sebagian hutang mereka.
Ada alasan lain selain murni keuangan untuk bisa percaya bahwa balapan akan berlangsung seperti yang direncanakan, meskipun adanya kesulitan ekonomi. Dari empat seri MotoGP yang digelar di Spanyol (Jerez, Catalunya, Aragon & Valencia), Jerez adalah yang paling populer.

Tech 3 Siapkan Proyek CRT

Rencana Dorna untuk “memaksa” pemilik tim satelit MotoGP beralih ke CRT sepertinya akan berjalan lancar. Untuk musim depan, tim Aspar telah memastikan akan beralih sebagai CRT dengan menurunkan dua pembalap, Randy de Puniet dan Aleix Espargaro. Tim Gresini memilih strategi gabungan dengan menurunkan Alvaro Bautista (satelit Honda) dan Michele Pirro (CRT). Tim satelit lainnya, Tech 3 juga kabarnya tengah mempersiapkan proyek CRT.
Herve Poncharal 300x199 Tech 3 Siapkan Proyek CRTSkuad berbasis Prancis itu akan mulai bekerja mengembangkan proyek 1000cc sendiri meskipun mereka telah menandatangani kontrak dua tahun dengan Yamaha untuk menyewa prototype YZR-M1 1000cc sampai akhir tahun 2013. Proyek ini tentu sangat erat kaitannya dengan rencana Dorna yang muali musim 2013 hanya akan mensubsidi tim-tim CRT dan tidak memberikan dukungan finansial  kepada tim satelit yang menyewa motor prototype dari pabrikan.
Pimpinan tim Tech 3 Herve Poncharal mengatakan Guy Coulon dan Nico Goyon, orang yang merancang Tech 3 Mistral 610 Moto2 yang dipakai oleh rider muda Bradley Smith, akan merancang chassis 1000cc.
“Kami akan mulai bekerja pada sebuah proyek tetapi itu tidak akan berada di track sampai awal tahun 2013. Ini adalah program yang sama sekali berbeda dan kami memiliki kontrak dengan Yamaha sampai akhir 2013, jadi ini adalah sesuatu yang tidak akan dicampur,” kata Poncharal seperti dilansir oleh MCN.
Di sisi lain Herve tidak menutup kemungkinan untuk menurunkan motor tersebut di musim 2013 jika ternyata menunjukkan potensi yang bagus.
“Selama 2012 kami akan membangun motor dan di akhir musim semi atau awal musim panas kami akan berada di track dan (melakukan) testing. Di Tech 3 kami hanya akan mengurus dua M1 kami yang akan dimiliki dari Yamaha pada tahun 2012 dan 2013. Namun jika motor ini menunjukkan potensi yang baik selama test 2012 lalu mengapa tidak meletakkannya di track dan membiarkannya dijalankan oleh orang lain.”
Dan meski Tech 3 tidak lagi menyewa motor dari Yamaha setelah tahun 2013, Poncharal tidak ingin memotong link dengan pabrikan Jepang itu setelah hubungan panjang dan sukses yang membentang lebih dari satu dekade di antara mereka.
Poncharal berencana untuk menggunakan mesin R1 dan ia telah menguraikan rencananya kepada manajemen Yamaha dalam pertemuan selama beberapa minggu terakhir.
“Kami akan menggunakan mesin R1, jadi saya menjelaskan ide saya untuk Yamaha dan melihat jenis dukungan yang kami bisa dapatkan. Jika kita dapat memiliki mesin yang dekat dengan spec yang mereka gunakan di World Superbike maka saya pikir motor akan kompetitif,” tambah Poncharal.

Bukan Cuma Stoner-Lorenzo Kandidat Juaranya

Foto: Jorge Lorenzo & Casey Stoner di podium/Getty ImagesKepala mekanik Ducati, Jerry Burgess memprediksi bila kompetisi musim balap 2012 mendatang bakal lebih ketat. Burgess menilai, kandidat juara dunia musim depan bukan hanya Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

Memasuki era baru dengan mesin 1000cc, Burgess meyakini kompetisi musim depan bakal sulit diprediksi. Dia meyakini, sang jawara dunia Stoner dengan Hondanya tidak akan bisa mendominasi penuh balapan, seperti musim lalu. Hal serupa juga berlaku bagi Lorenzo bersama timnya, Yamaha.

Meski tidak menampik bila kedua sosok di atas memiliki peluang lebih besar untuk menggenggam mahkota juara musim depan, namun Burgess menilai ada sejumlah pembalap lain yang juga berpotensi masuk dalam persaingan juara. Selain Valentino Rossi dan Dani Pedrosa, Burgess juga memprediksi Ben Spies dan Andrea Dovizioso punya potensi membuat balapan menjadi lebih sulit ditebak.

“Saat ini, kita harus mengakui bahwa Casey (Stoner) dan Jorge (Lorenzo) adalah pembalap tercepat dan saya rasa Rossi juga mengakuinya. Tapi, ada sejumlah pembalap diantara mereka yang juga punya kemampuan meraih kemenangan, seperti Ben Spies dan Andrea Dovizioso,” ujar Burgess dikutip MCN, Sabtu (10/12/2011).

“Tampil konsisten dan punya motor yang kompetitif, kami jelas mencemaskan Casey dan Jorge (yang punya motor tangguh). Tapi, kami siap bersaing dan melihat seberapa jauh kami bisa bersaing. Meski demikian, Anda juga tidak bisa memandang sebelah mata beberapa pembalap yang mampu tampil kompetitif dalam beberapa tahun terakhir," pungkasnya.

Superbike Kalahkan Motor CRT


Motor Aprilia RSV4 di WSBK dengan Aprilia RSV4 CRT

Motor yang digunakan di ajang World Superbike Championship (WSBK), kenyataannya masih kalah dari motor prototipe di MotoGP. Tapi jangan salah, performa motor di WSBK masih lebih baik lho dari pada performa motor CRT (Claiming Rule Team) sejak mulai di tes pertengahan tahun 2011 lalu.

Tentu banyak yang jadi pembeda antara kedua motor tersebut. Mulai dari body work, rangka, sistem kelistrikan, suspensi dan lain sebagainya. Tapi perbedaan yang banyak itu tetap tidak membuat motor CRT lebih baik dari pada motor superbike.

Motor CRT lebih lambat 3 detik dari motor prototipe 800 cc, padahal motor superbike sendiri hanya maksimal berjarak 2 detik di belakang motor prototipe. Walaupun masih cukup awal, tapi saatnya penyusun regulasi tidak hanya memikirkan pembatasan pada motor protitipe saja.

Dari sisi teknis motor CRT yang hanya menggunakan maksimal bore 81 milimeter, mungkin juga masih jadi penyebab utama. Semoga motor CRT bisa lebih baik di sesi tes berikutnya.

Komparasi Performa WSBK dan MotoGP


Jika dikomparasikan secara langsung perbedaan lap tercepat di sesi kualifikasi motor WSBK dengan motor prototipe di MotoGP pada beberapa sirkuit, perbedaannya tidak terlampau jauh. Sebagai perbandingan kami mengambil contoh tiga sirkuit (Phillip Island di Australia, TT Assen di Belanda dan Brno di Ceko), selisih waktu terdekat antara motor prototipe dengan motor superbike hanya setengah detik.



Gap yang terlihat pada tabel di atas cukup bervariasi, mulai 0,5 detik hingga hampir mendekati 2 detik. Selisih tersebut tersaji di
Sirkuit TT Assen, Belanda, yang dicetak Marco Simoncelli dengan 1 menit 34.718 detik. Sementara Carlos Checa meraih 1 menit 35.292 detik.

Di Sirkuit Phillip Island, komparasi waktu tercepat terpaut 0,9 detik. Casey Stoner mengamankan 29.975 detik dan Carlos Checa 1 menit 30.882 detik. Sedangkan Max Biaggi yang menggunakan motor Aprilia RSV4, hanya berselisih tipis dari pencapaian Checa yaitu 1 menit 30.895 detik.

Komparasi keduanya justru agak lebar di Sirkuit Brno yaitu di bawah 2 detik. Kemungkinan dikarenakan karakter Sirkuit Brno yang lebar dan mempunyai banyak jalur lurus, sehingga motor prototipe mempunyai performa jauh lebih baik di sirkuit ini.

Tech3 Siapkan Rangka Prototipe Bermesin R1


Motor CRT (Claiming Rule Team) adalah topik pembicaraan saat ini yang sedang getol terdengar. Meski pada awalnya banyak penolakan dan pertanda tidak setuju, namun setelah melihat hasil sesi tes, motor ini dinilai mempunyai potensi. Atas dasar inilah tim Tech3 mulai putar haluan ke motor CRT. Padahal tim Tech3 sendiri masih menjalin kontrak hingga tahun 2013 menggunakan mesin prototipe Yamaha.

Menurut Guy Coulon dan Nico Goyon sebagai desainer rangka di tim Tech3, mulai saat ini mereka sudah mulai mengerjakan paket rangka untuk motor CRT. “Proyek ini akan segera dimulai, dan tidak akan kami turunkan jika musim 2013 belum dimulai,” terang Coulon.

“Sepanjang musim 2012 mendatang, kami akan bekerja penuh mengembangkan rangka motor CRT. Proses pengetesan akan dimulai pada musim panas. Tapi kami akan tidak akan menghentikan penggunaan mesin prototipe hingga tahun 2013 mendatang. Jika memang ada hal positif dari motor CRT tersebut, tidak ada alasan tidak menurunkan satu pembalap lagi pakai motor CRT tahun 2013,” lanjut Coulon.

Herve Poncharal sendiri sebagai pemilik tim Tech3, mengaku sudah melakukan pembicaraan kepada pihak Yamaha untuk menggunakan mesin Yamaha R1. “Jika kami bisa mendapatkan mesin motor sama dengan yang mereka gunakan di ajang World Superbike Championship (WSBK), maka itu akan sangat kompetitif,” ungkap Poncharal.

Tapi hingga saat ini Yamaha sendiri belum memberi jawaban pada usulan Poncharal. Padahal sudah saatnya Yamaha memikirkan keuntungan dibalik bisnis besar mesin motor CRT.

Tech 3 Bangun Sasis Baru

Foto: Cal crutchlow/ReutersTech 3 mencoba untuk mulai mandiri. Terbukti, pabrikan motor satelit Yamaha ini berniat untuk membuat dan membangun sasis sendiri.

Seperti diketahui, ketua Dorna Carmelo Ezpeleta memang memiliki rencana, setiap tim satelit seperti Tech 3, bisa mengembangkan mesin 1000cc dengan dana sendiri. Sebab, pengeluaran keuangan dijamin lebih murah ketimbang yang dikeluarkan oleh tim lainnya.

Ezpeleta memang ingin semua tim satelit yang mengikuti MotoGP macam Tech 3, LCR dan Gresini Honda, membangun, mengembangkan dan balapan dengan menggunakan mesin motor mereka sendiri, tanpa bantauan suplai dari pabrik.

Saat ini, Tech 3 memang masih memiliki kontrak dengan Yamaha untuk memakai motor prototype YZR-M1 hingga 2013. Setelah itu, Tech 3 memiliki komitmen untuk mengembangkan proyek sendiri untuk masa depan.

Tim principal Tech 3 Herve Poncharal mengatakan, Guy Coulon dan Nico Goyon, akan ikut membantu membuat sasis 1000cc. Mereka adalah teknisi yang turut membantu membuat mesin Tech 3 Mistral 610 Moto2 yang digunakan oleh Bradley Smith.

"Kami akan memulai proyek ini, tapi motor tidak akan mengaspal hingga 2013. Ini jelas sebuah program yang berbeda dan kami memiliki kontrak dengan Yamaha hingga 2013. Jadi, ini adalah sesuatu yang tidak akan kami campur adukkan," jelas Poncharal.

"Selama 2012, kami akan membuat motor sendiri dan pada musim panas, kami akan ke lintasan dan menjajalnya. Namun, pada musim 2012 dan 2013, kami akan tetap menggunakan mesin M1," tandasnya dilansir MCN, Rabu (7/12/2011).

Friday, December 2, 2011

Sachsenring Dipastikan Tetap Gelar MotoGP

Sachsenring Circuit1 300x168 Sachsenring Dipastikan Tetap Gelar MotoGPADAC Sport, pihak pengelola sirkuit Sachsenring, Jerman sempat mengaku mengalami kesulitan dana untuk tetap menjadi tuan rumah salah satu seri MotoGP mulai musim 2012. Namun, sepertinya masalah itu telah teratasi dan hari ini (2/12/11) rencananya akan diumumkan kontrak jangka panjang sirkuit Sachsenring sebagai tuan rumah MotoGP.
Speedweek Jerman mengabarkan bahwa Perdana Menteri Saxony: Stanislaw Tillich dan Presiden ADAC Sport: Hermann Tomczyk akan datang ke Sachsenring, untuk mengumumkan kontrak jangka panjang sebagai host MotoGP.
Untuk acara bahagia ini seluruh penggemar dipersilakan untuk hadir. Acara akan dimulai pukul 13.30 waktu Sachsenring.