Wednesday, June 15, 2011

Lorenzo: Tidak Jatuh, Saya Bisa Kalahkan Stoner

Foto: Jorge Lorenzo saat mencoba melewati Andrea Dovizioso sebelum akhirnya terjatuh/Getty Images
Jorge Lorenzo mengungkapkan dirinya memiliki peluang besar untuk bersaing dengan Casey Stoner untuk memenangi GP Inggris, Minggu (12/6/2011) tadi. Namun, pembalap Yamaha ini harus menerima kenyataan impiannya buyar setelah terjatuh dari motor.

Untuk kali pertama di musim ini, Lorenzo gagal mendulang poin dan terjatuh dari motornya. Juara dunia tahun lalu ini terjatuh saat mencoba melewati Andrea Doviozioso di posisi dua dan melepaskan diri dari kejaran Marco Simoncelli di belakangnya. Karena terlalu bernafsu untuk bisa melewati Dovi dan mengejar Stoner yang semakin jauh berada di depan, Lorenzo pun gagal mengendalikan motornya saat akan memasuki tikungan hingga akhirnya terpelanting.

Menyikapi kegagalannya ini, tentu Lorenzo mengaku kecewa karena insiden nahas tersebut membuat posisinya di puncak klasemen sementara direbut Stoner (116 poin) yang kini unggul 18 poin darinya. Namun, yang lebih membuat Lorenzo  kecewa pada balapan kali ini adalah, dia merasa yakin bisa mengalahkan Stoner.

“Saya kecewa karena terjatuh akibat kesalahan saya sendiri,” yang baru pertama kali terjatuh sejak MotoGP Australia pada 2009 lalu.

“Ini tentu membuat kecewa seluruh awal tim, karena mereka telah melakukan tugasnya dengan sangat baik sepanjang akhir pekan. Insiden ini juga mengewakan fans saya yang telah datang untuk memberikan dukungan,” sambungnya.

“Sebenarnya, saya membalap dengan cukup percaya diri. Tapi, saya harus menunggu momen yang tepat untuk melewati Andrea (Dovizioso),” jelasnya sebagaimana dikutip Autosport, Senin (13/6/2011).

“Saya bahkan merasa saya bisa bertarung dengan Stoner untuk meraih kemenangan. Saya juga tidak mencemaskan Marco (Simoncelli) yang membuntuti saya. Yang saya khawatirkan adalah Stoner akan semakin jauh di depan, apabila saya tidak segera melewati Andrea. Lalu tiba-tiba saya terjatuh,” keluhnya.

Saturday, June 11, 2011

Lorenzo Kecewa, Spies Sumringah

Ben Spies & Jorge Lorenzo / Foto: Reuters
Perasaan berbeda dialami duet pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Sang juara bertahan memendam kekecewaan atas hasil latihan bebas GP Inggris, sebaliknya Spies justru bisa tersenyum sumringah.

Pada sesi latihan bebas pertama, Jumat (10/6/2011) sore, Lorenzo memang berada di urutan ketiga, di belakang pembalap Repsol Honda Casey Stoner (1) dan andalan Honda Gresini Marco Simoncelli (2). Namun di sesi kedua, pembalap asal Spanyol tercecer di urutan lima.

“Saya tidak terlalu puas dengan hari (Jumat) ini. Di pagi hari, saya coba melaju dengan kecepatan yang sama seperti tahun lalu, tapi saya lebih lambat satu detik,” sesal Loranzo, mengingat dirinya menjadi yang tercepat di Sirkuit Silverstone pada balapan tahun lalu.

“Pada siang harinya, saya ingin melaju di trek kering tapi justru diguyur hujan, jadi kami harus melaju dalam kondisi seperti itu. Saya rasa, kami memiliki set up yang bagus di kondisi basah.

“Kami harus fokus meningkatkan performa motor dan saya sendiri. Besok, saya akan berusaha di barisan terdepan,” demikian tekad Lorenzo jelang sesi kualifikasi, dikutip dari motogp.com, Sabtu (11/6/2011).

Sementara itu, Spies justru merasa puas dengan performanya serta YZR-M1 tunggangannya. “Hari pertama yang menyenangkan, sangat produktif. Saya belum pernah merasa senang seperti ini, dimana motor melaju dengan baik dalam kondisi hujan,” tandas pembalap berkebangsaan Amerika Serikat.

Friday, June 10, 2011

Lorenzo Janji Tingkatkan Performa

Jorge Lorenzo / Foto: Daylife
Kendati masih bercokol di puncak klasemen pembalap MotoGP, andalan tim Yamaha Jorge Lorenzo belum merasa puas. Juara dunia 2010 bertekad akan memperbaiki performa di gelaran GP Inggris, akhir pekan ini.

Kini, Lorenzo memimpin klasemen dengan raihan 98 poin, atau unggul tujuh poin dari pesaing terdekat, pembalap Repsol Honda Casey Stoner yang merajai Sirkuit Montmelo, Catalunya, pada akhir pekan lalu. Hanya meraih podium dua di seri kelima, pembalap asal Spanyol enggan mengulanginya.

Terlebih, Lorenzo sukses memenangkan balapan di Sirkuit Silverstone pada musim lalu. Tak heran jika pembalap kelahiran 24 tahun silam berjanji memperbaiki performa, demi mengamankan posisinya.

“Saya melaju dengan agresif, secara teknik itu merupakan balapan terbaik di tahun lalu,” kenang Lorenzo, seperti dilansir motogp.com, Jumat (10/6/2011).

“Saya rasa, tahun ini kami sedikit kehilangan sepersepuluh. Jadi, mungkin di trek (Silverstone) ini saya bisa memperbaikinya,” tegasnya, saat jumpa pers jelang sesi latihan bebas pertama.

Colin Edwards Siap Ramaikan Silverstone

Colin Edwards / Foto: DaylifeColin Edwards terpaksa absen di gelaran MotoGP Catalunya, akhir pekan lalu, lantaran kecelakaan yang dialaminya saat sesi latihan. Kini, pembalap veteran tim Monster Yamaha Tech3 mengaku siap kembali ke lintasan.

Tepatnya Minggu (12/6/2011), giliran Sirkuit Silverstone, Inggris, menjadi venue gelaran MotoGP seri keenam musim ini. Edwards enggan melewatkannya, kendati kondisi bahunya masih diragukan.

Pasalnya, rider asal Amerika Serikat mengaku kecewa lantaran rekor tak pernah absen sejak debut balapnya pada 2003 silam, harus terpatahkan kala gagal beraksi di Montmelo. Tak heran jika Edwards begitu antusias menyambut GP Inggris akhir pekan ini.

“Saya sangat percaya diri bahwa saya akan melewati tes medis. Saat ini, saya tinggal menunggu ahir pekan dan kembali ke lintasan bersama tim Monster Yamaha Tech3,” cetus Edwards.

“Bahu saya terasa fantastis dan saya tidak pernah cukup berterima kasih pada Dr. Xavier dan stafnya. Tanpa mereka, saya tidak bisa berada di posisi seperti ini,” tutur pembalap 37 tahun.

“Saya mengerti, akhir pekan ini tidak akan mudah karena terjadi beberapa perubahan arah yang cepat dan pengereman keras di Silverstone. Tapi, saya percaya diri bisa melakukan tugas dengan baik dan meraih poin untuk tim,” tutup mantan pembalap Yamaha, dikutip dari motogp.com, Jumat (10/6/2011).

Klarifikasi Team Medis Tentang Larangan Balap Untuk Edwards di Catalunya

Team medis MotoGP akhirnya menyatakan Colin Edwards layak mengikuti balapan di sirkuit Silverstone, Inggris. Tidak terlalu mengejutkan karena Edwards sendiri merasa dirinya mampu ikut race di seri sebelumnya di Catalunya. Namun saat itu team medis tidak mengizinkannya ikut balapan sehingga rider Monster Yamaha Tech 3 itu sempat tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Apa sebenarnya yang terjadi?
Edwards Catalunya DNS Klarifikasi Team Medis Tentang Larangan Balap Untuk Edwards di Catalunya
Colin Edwards menderita patah tulang selangka kanan usai mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas Jumat di sirkuit Montmelo, Catalunya. Rider Amerika itu lantas menjalani operasi pada hari Sabtu. Dan di hari Minggu The Texas Tornado datang ke sirkuit meminta izin kepada team medis untuk bisa ikut balapan meski harus start dari grid terakhir atau hanya sekedar ikut satu putaran.
Edwards sepertinya tidak rela rekor selalu start yang telah diraihnya sejak turun di ajang MotoGP pada tahun 2003 terhenti di Catalunya. Namun apa boleh buat, team medis tidak mengizinkannya ikut balapan, meski hanya satu lap sekalipun. Hal ini membuat Edwards sempat kesal.
“Mereka tidak membiarkan saya balap karena nama saya bukan Valentino Rossi”, kata Edwards saat itu seperti dikutip oleh GPone.
Mungkin Edwards teringat dengan beberapa kejadian saat dirinya masih satu team dengan Valentino Rossi. Misalnya pada seri Assen, Belanda 2006. Rossi mengalami cedera tangan akibat kecelakaan di sesi Free Practice. Namun team dokter mengizinkan Rossi ikut balapan. Hal serupa juga sempat terulang di seri terakhir musim 2007 yang berlangsung di sirkuit Valencia.
Untuk menghindari munculnya kesan pilih kasih, team medis MotoGP segera menyampaikan klarifikasinya. Inilah jawaban yang disampaikan oleh circuit medical director, Dr Macchiagodena yang dikutip oleh situs GPone.
“Edwards datang kepada saya untuk race clearance, tetapi motivasinya adalah untuk menjaga start berturut-turutnya di MotoGP tetap utuh. Hal ini diperkuat oleh pernyataannya bahwa ia hanya akan memulai balapan dan kemudian segera masuk (pit). Perilaku ini sangat tidak tepat dan saya memberitahunya. Pada saat itu dia menjawab bahwa ia bisa balapan jika namanya Valentino Rossi. Saya tidak berharap dia begitu tidak profesional, dan faktanya sesorang dari teamnya datang untuk meminta maaf di kemudian hari. Saya selalu mencoba untuk memberikan setiap rider kemungkinan untuk balapan, tetapi tidak dalam kondisi ini. Balap Grand Prix adalah olahraga seri, dan itu adalah satu kesempatan karena Anda benar-benar ingin race, dan bukan karena Anda hanya ingin mendapatkan record.”
Efek lain dari ‘kasus’ Edwards ini mungkin saja akan berimbas pada semakin menguatnya rumor yang menyebutkan Dani Pedrosa mengalami kecelakaan lain setelah insiden Le Mans. Edwards mengalami cedera yang kurang lebih sama dengan yang dialami Dani. Jika Colin bisa ikut balapan kurang dari seminggu setelah menjalani operasi, mengapa Pedrosa yang sudah menjalani operasi tiga minggu yang lalu kondisinya justru masih jauh dari fit?

Thursday, June 9, 2011

Yamaha Perpanjang Kontrak Spies

Ben Spies saat meraih podium tiga GP Catalunya / Foto: Reuters
Kabar bahagia datang menghampiri Ben Spies. Yamaha Motor Co., Ltd. baru saja mengumumkan perpanjangan kontrak pembalap asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Seperti diketahui, Spies hijrah ke MotoGP dengan predikat Rookie terbaik 2010 bersama tim Yamaha Tech3. Musim ini, pembalap kelahiran 26 tahun silam dipercaya Yamaha menjadi tandem juara dunia Jorge Lorenzo, selepas kepindahan Valentino Rossi ke Ducati.

Debut Spies cukup mengagumkan, terlebih saat meraih podium tiga di GP Catalunya pada akhir pekan lalu. Pemilik hak paten nomor 11 kini berada di peringkat tujuh klasemen pembalap, dengan raihan 36 poin.

Tak heran, jika Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis begitu antusias mengumumkan kabar teranyar ini: “Kami tentunya bahagia mengumumkan kelanjutan kerjasama kami dengan Ben Spies untuk musim 2012. Kami berharap, dia bertahan di Yamaha dalam beberapa tahun kedepan.”

“Spies menunjukkan kemampuannya untuk bersaing di level teratas. Pertama kali, saat menjadi juara World Superbike pada 2009 dan kemudian, dia menyandang status Best Rookie 2010 bersama tim Yamaha Tech3,” tuturnya.

Sementara itu, Spies pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, menyambut kontrak barunya bersama Yamaha. “Saya sangat bahagia mengatakan bahwa saya akan tetap menjadi bagian keluarga besar Yamaha, dan saya akan melanjutkan kiprah di seri MotoGP pada 2012 mendatang,” imbuhnya.

“Ini merupakan momen berharga dalam karier balapan saya bersama tim tersukses di beberapa tahun terakhir, di level balapan yang sangat tinggi. Yamaha memberikan dukungan hebat selama saya di World Superbike hingga ke MotoGP. Terima kasih atas apa yang mereka lakukan dan memberi kepercayaan saya tetap di MotoGP,” tutupnya, dikutip dari motogp.com, Kamis (9/6/2011).

Ben Spies: Saya Memang Anak Mami

Kalau rider MotoGP lain sering didampingi pacar atau istri, tidak demikian halnya dengan Ben Spies. Rider asal Amerika ini lebih sering ditemani sang mama, Mary Spies. Maklum ibundanya itu merangkap tugas sebagai manager pribadi. Dan Spies ternyata tak keberatan disebut anak mami.
Mary Ben Spies Ben Spies: Saya Memang Anak Mami
Hal itu terungkap dari hasil wawancara Spies dengan majalah Italia, Riders, dimana Spies menjadi model cover untuk edisi bulan ini.
“Dia adalah seorang ibu yang membesarkan dua anak, jadi kami membangun hubungan istimewa. Suatu hal yang selalu besar antara kami. Anda bisa memanggil saya momma’s boy, sebagai lawan dari daddy’s boy“, ungkap Spies menceritakan dirinya dan keluarganya.
Wawancara tentu tak sepenuhnya berisi tentang masalah pribadi keluarga saja. Disisi lain Spies juga bercerita awal yang sulit untuk musim ini dengan team barunya, Yamaha Factory Racing.
“Di Qatar saya mendapat awal yang buruk, di Jerez saya mengalami kecelakaan dengan dua lap tersisa, di Portugal saya punya masalah mekanik, dan di Le Mans saya sangat berhati-hati, itu bukan track favorit saya dan saya ingin mencetak beberapa poin setelah dua DNF berturut-turut itu. Tapi musim masih panjang dan poin hanya dihitung di akhir.”
Spies Riders Cover Ben Spies: Saya Memang Anak Mami
Dan ketika coba dipancing dengan mengandaikan jika Spies berada di Honda, juara dunia World Superbike 2009 itu memberi jawaban diplomatis.
“Saya balap untuk Yamaha, jadi saya tidak berpikir tentang hal itu. Semua energi saya diarahkan untuk melakukan yang terbaik di sini dan sekarang. Ini akan sulit, tapi kami akan mengetahui bagaimana mengembangkan motor menjadi pemenang lagi. Saya tidak tertarik pada hal lain.”

Tuesday, June 7, 2011

Lorenzo Butuh Sesuatu Atasi Stoner

George Lorenzo.(foto:Daylife)
Kepercayaan diri Jorge Lorenzo sedikit luntur melihat penampilan Casey Stoner dan kondisi terakhir tunggangannya Yamaha M1. Dengan kondisi itu, Lorenzo menilai berat mengalahkan Stoner.

Sejauh ini, Stoner memenangi tiga balapan, sementara Lorenzo baru meraih satu kali podium utama saat di Jerez. Ketika itu Stoner terlempar dari persaingan karena setelah terjadi insiden dengan Valentino Rossi.

Stoner mencatat 17 poin lebih dari Lorenzo dalam dua balapan terakhir. Hasil ini membuatnya hanya terpaut tujuh poin dari Lorenzo.

“Saya akan tetap bertarung untuk kembali juara tahun ini. Dengan motor ini, kondisinya akan berat. Saya butuh sedikit pengembangan untuk membuat motor ini lebih cepat,” kata Lorenzo seperti dikutip Crash, Selasa (7/6/2011).

Meski begitu dia memaklumi bahwa Yamaha juga sedang fokus menggarap tunggangan 1000 cc-nya untuk tahun depan.”Saya juga akan berjuang di 2012. Saya percaya kekuatan Yamaha membuat dua motor itu menjadi kompetitif.”

“Mungkin di pertengahan musim, Mungkin Brno 14 Agustus,” tambah Lorenzo menanggapi spekulasi tentang kehadiran mesin baru.

Ketika ditanya mengenai pengembangan sasis dalam dua pekan kedepan, Lorenzo mengaku senang namun dia memberi sedikit catatan, Yamaha membutuhkan suatu terobosan untuk mengatasi dominasi Stoner.

”Saya menanti-nanti pengembangan. Jika dilakukan pada mesin, saya tentu senang. Jika di bagian sasis, itu akan memberikan saya tambahan persepuluh, tapi kami butuh sesuatu untuk melawan Casey, saat ini,” dia menambahkan.

”Mungkin ada trek di mana dia tidak bisa tampil baik 100 persen, atau menjadi sangat kuat. Seperti Estoril. Kemudian kita bisa berjuang untuk menang dengan apa yang kami miliki.”

Monday, June 6, 2011

Naik Podium, Spies Sangat Sumeringah

Foto: Ben Spies/Reuters 
Ben Spies hanya finis pada peringkat ketiga di MotoGP Catalunya, tadi malam. Tapi, pencapaian ini sudah membuatnya sangat sumeringah sekali.

Ya, Spies mengawali musim ini dengan buruk. Finis di posisi enam merupakan prestasi terbaiknya sepanjang MotoGP 2011-12. Hari ini, mantan bintang Yamaha Tech 3 itu sukses naik ke podium setelah finis di posisi ketiga.

Menurut Spies, dia hanya ingin tampil sebaik mungkin pada lomba di Sirkuit Montmelo ini. Hal ini dilakukan, untuk memperbaiki rasa percaya dirinya. Namun, Spies tak menyangka berhasil naik podium. "Ini balapan yang sangat penting," kata Spies.

"Kami memang sangat butuh di posisi depan. Kami hanya mengawali musim ini dengan buruk dan hasil pekan ini sangat menyenangkan. Kami tidak mengalami terlalu banyak keberuntungan, tapi terpenting tidak membuat kesalahan," lanjutnya.

Sepanjang lomba, Spies yang memulai balapan dari peringkat empat, memang berhasil menahan laju Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi sepanjang lomba. Bahkan, Spies tidak ketinggalan terlalu jauh dari Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

"Dovizioso tertinggal sekira 0,8 detik sepanjang lomba dan saya terus menggeber motor secepat mungkin. Hasil ini sangat menyenangkan buat saya dan tim. Sebab, tim selalu mendukung saya," jelas pembalap asal Amerika dilansir dari Autosport, Minggu (5/6/2011).

"Tim sangat percaya terhadap saya. Pada akhir lomba, sangat menyenangkan buat saya melihat mereka finis di depan saya. Saya cukup senang dengan prestasi ini. Saya hanya berharap kami bisa terus naik ke podium seperti ini," tandasnya.

Dikalahkan Stoner, Lorenzo Hanya Pasrah

Foto: Jorge Lorenzo/Reuters
Jorge Lorenzo harus mengakui kehebatan Casey Stoner di MotoGP Catalunya, tadi malam. Namun, pembalap Yamaha itu mengaku tidak terkejut dengan kemenangan sang rival.

Awalnya, Lorenzo yang memulai balapan di urutan ketiga, sempat merebut pimpinan lomba dari tangan Marco Simoncelli. Kendati demikian, tidak berselang beberapa lama kemudian, sang juara bertahan MotoGP ini harus merelakan pimpinan lomba kepada Stoner.

"Saya sudah berusaha sekuat mungkin dari awal lomba. Kuncinya memang dari awal lomba, yang mana saya mengawalinya dengan baik. Namun, saya sadar Stoner bisa melewati saya. Hasilnya, Stoner melakukannya dan saya berusaha menempel dia," jelas Lorenzo.

"Tapi, pada pertengahan lomba hujan mulai turun, khusunya pada tikungan terakhir sebelum garis finis. Jadi, hal itu membuat kami kesulitan untuk kosentrasi atau tidak membuat kesalahan pada tikungan ini," lanjutnya.

Beruntung, Lorenzo berhasil mempertahankan posisi kedua hingga finis dari kejaran rekan setimnya Ben Spies. Hasil ini, sudah cukup membuat Lorenzo bertahan di posisi puncak dengan keunggulan tujuh poin dari Stoner.

"Balapan ini sangat penting buat saya untuk bisa finis dan mempertahankan posisi puncak klasemen. Jadi, saya merasa kami sudah mewujudkan target hari ini," tandas pembalap asal Spanyol dilansir dari Autosport, Minggu (5/6/2011).