Edwards mencetak empat podium dan satu pole position selama karirnya dengan tim Tech 3, podium terakhir diraih secara fantastis pada Grand Prix Inggris di sirkuit Silverstone yang berlangsung di bawah guyuran hujan. Saat itu Texas Tornado menjadi satu-satunya rider Yamaha yang berhasil finish.
Dengan adanya strategi Yamaha untuk berinvestasi dengan mencari bakat muda untuk masa depan, rider 37 tahun itu akhirnya harus rela meninggalkan tim Tech 3 setelah kebersamaan yang telah dijalaninya selama empat tahun berturut-turut. Edwards kemudian memutuskan bergabung dengan tim CRT Forward Racing dimana ia akan naik Suter-BMW 1000cc.
“Colin tahu tidak akan mudah untuk tetap tinggal (di Yamaha) dan saya pikir dia adalah orang yang menyukai tantangan dan dia suka balap dan mengembangkan motor dan baginya proyek CRT dengan Forward Racing adalah sebuah petualangan baru. Baginya tantangan ini sangat menarik dan dia tahu itu adalah masa depan MotoGP. Tapi untuk Tech 3 itu memalukan. Kami tahu cerita ini satu hari akan datang dan berakhir tapi ia telah menjadi pembalap terbaik yang kita pernah miliki di kelas MotoGP. Bukan hanya dari segi hasil tapi suasana yang ia bawa ke garasi sangat luar biasa dan ia telah menjadi pemain tim yang benar-benar baik. Seluruh tim mencintainya dan sangat fantastis bagi kami. Untuk tetap mengaktifkan halaman Colin Edwards dalam sejarah kita sangat sulit, tapi saya senang dia masih akan berada di paddock,” Herve menambahkan.
No comments:
Post a Comment