Sementara itu, rekan tim Lorenzo, Ben Spies berada di peringkat enam dengan raihan 109 poin. Masih tersisa tujuh seri dengan 175 poin maksimal dan yang terdekat, GP Amerika Serikat di Indianapolis, pada akhir pekan ini.
Meskipun memiliki peluang lebih besar dibanding Spies, Lorenzo menampik anggapan bahwa Yamaha akan menerapkan team order. Di awal musim, Lorenzo memang sempat mengindikasi bahwa team order tepat diterapkan jika hanya satu pembalap yang bertarung merebut gelar juara.
“Jika rekan tim bisa membantu, dan mereka tidak bersaing memperebutkan gelar, apakah kami tim, tidak?” ujar sang juara bertahan. “Kami digaji oleh sponsor kami, jadi rekan tim harus membantu jika itu memungkinan,” terangnya.
“MotoGP tidak seperti sepakbola, tapi kami masih sebagai tim dan kesuksesan untuk brand sangat penting,” tegas pemilik YZR-M1 bernomor 1 ini seperti dilansir Crash, Jumat 26 Agustus 2011.
Seorang juru bicara Yamaha memastikan bahwa tim pabrikan Jepang ini tidak pernah, bahkan tidak berencana menerapkan team order. “Kami tidak pernah memberikan team order dan tidak punya rencana untuk melakukannya,” pungkasnya.
No comments:
Post a Comment