Friday, April 15, 2011

Lorenzo Jagokan Barcelona dan Doyan Indonesia

jorge lorenzo yamaha 460x306 Lorenzo Jagokan Barcelona dan Doyan Indonesia
Jorge Lorenzo tampil mencengangkan pada dua seri perdana musim ini di Qatar dan Jerez. Juara bertahan MotoGP itu naik podium kedua di Qatar dan memenangi seri kedua di Jerez. Sensasi X-Fuera, julukan Lorenzo, membuat Yamaha optimis pebalap andalannya dapat mempertahankan gelar juara dunianya. Pemuda asal Mallorca itu menjawab kepercayaan sebagai tulang punggung utama timnya.
Dari hasil wawancara eksklusif Yamaha Indonesia dengan Lorenzo, sang pebalap menuturkan rahasia kemenangannya termasuk petikan komentar-komentarnya soal sirkuit favoritnya, Jerez, pesannya untuk para penggemarnya di Indonesia serta dukungannya bagi klub sepak bola idolanya, Barcelona.
“Saya tidak melabeli diri saya sebagai ‘Jorge sang juara bertahan’. Saya percaya pada diri sendiri dan bekerja keras untuk berada di tempat teratas, itu saja. Semua pebalap memulai balapan dengan poin nol, jadi mentalmu sangat penting untuk menghindari banyak tekanan,” ungkap Lorenzo kepada Yamaha Indonesia.
Bukan hanya mental yang kuat, dukungan teknologiYamaha  M1 juga melengkapi misi mempertahankan gelar. “Sepeda motor saya sangat bagus, saya merasa sangat nyaman saat menungganginya. Tahun ini adalah tahun keempat saya bersama Yamaha dan saya tidak bisa membayangkan membalap untuk tim lain. Tahun ini untuk pertama kalinya saya akan mengembangkan set up sepeda motor. Ini adalah tantangan lain bagi saya. Tapi saya bisa bilang M1 tetap kompetitif dan kami harus melakukan yang lebih baik untuk ke depannya,” papar Lorenzo.
Di Jerez, Lorenzo memadukan set up M1 bagusnya dengan ketenangan untuk membukukan kemenangan perdana di lintasan basah dalam catatan karirnya. Dalam dua tahun beruntun dia memenangi seri Jerez. Dan tahun ini tambah spesial karena Lorenzo menyamai pencapaian 15 kemenangan Alex Criville, salah satu pebalap sukses Spanyol.
Jerez disebutnya sebagai sirkuit terbaik di dunia tambah melekat di hatinya. “Jerez adalah sirkuit saya mengawali karir. Bagi saya, Jerez adalah sirkuit terbaik di dunia. Saya tidak bisa membayangkan MotoGP tanpa sirkuit Jerez. Sirkuit ini sangat spesial, special one. Tanpa Jerez, seperti tenis tanpa Wimbledon, F1 tanpa Monaco dan basket tanpa Madison Square Garden. MotoGP membutuhkan sirkuit seperti Jerez dan Assen,” sebut Lorenzo.
Berbekal hasil positif di Qatar dan Jerez, Lorenzo kian mantap menatap seri Portugal di Estoril, 1 Mei 2011. “Saya siap membalap lagi di Portugal. Estoril selalu menjadi trek spesial bagi saya di MotoGP. Saya menang di sana tiga kali dan saya bisa melakukannya empat kali beruntun. Tapi misi saya adalah tetap naik podium,” yakinnya.
Jorge Lorenzo Istimewanya Indonesia
Kepada Yamaha Indonesia, Lorenzo tak lupa mengirimkan pesan buat para penggemarnya di Indonesia. “Indonesia adalah negara yang saya cintai. Gairah kecintaan terhadap MotoGP di sana luar biasa. Saya ingin Jakarta segera masuk kalender MotoGP, mereka layak mendapatkannya. Saya sudah lima kali datang ke Indonesia dan ingin kembali lagi secepatnya,” janji Lorenzo.
Khusus untuk Yamaha Indonesia, Lorenzo mengomentari tagline Semakin di Depan. “Dalam opini saya, ‘Semakin di Depan’ adalah slogan fantastis. Dalam beberapa tahun terakhir, Yamaha sudah membuktikan masuk daftar tim-tim top MotoGP dan sekarang saatnya bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan posisi istimewa kami,” tegas Lorenzo.
Harap Barcelona Menang
Di luar membalap, Lorenzo juga dikenal sebagai seorang penggemar tim sepak bola Barcelona. Raksasa Catalan itu diharapkannya mengungguli Real Madrid dalam tiga pertemuan di La Liga (17 April), final Copa del Rey (20 April) dan semifinal Liga Champions. “Saya ingin nonton langsung di stadion tapi saya belum tahu bisa atau tidak. Saya tidak akan bisa menyaksikan langsung final Copa del Rey karena digelar di Valencia. Tapi mungkin saya bisa melihat langsung Liga Champions jika dua tim itu lolos dan bentrok di semifinal (Barca dan Madrid akhirnya bersua di semifinal). Saya berharap Barca menang tentunya!”

No comments:

Post a Comment